150 JUTA Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 19:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuliot, Wakil Menteri ESDM. (Foto: Antara/Putu I Savitri)

Yuliot, Wakil Menteri ESDM. (Foto: Antara/Putu I Savitri)

SuarIndonesia — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan komitmen mengimpor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.

“Impornya akan dilakukan secara bertahap,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Yuliot menyampaikan impor minyak sebesar 150 juta barel tidak bisa dilakukan secara sekaligus, sebab memerlukan storage atau fasilitas penyimpanan minyak di dalam negeri.

Nantinya, minyak yang diimpor dari Rusia tidak hanya untuk kebutuhan mobilitas masyarakat, melainkan juga untuk kegiatan industri, tambang, serta bisa didistribusikan untuk bahan baku petrokimia bila dibutuhkan.

“Untuk pemenuhan kebutuhan sampai akhir tahun. 150 juta barel,” ucap Yuliot.

Meskipun demikian, komitmen Indonesia untuk mengimpor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) juga masih berlangsung. Ia menyampaikan kebutuhan minyak Indonesia per harinya sekitar 1,6 juta barel, sedangkan produksi minyak Indonesia berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

“Berarti kita impor sekitar 1 juta barel, kurang lebih. Kalau dikalkulasikan (sepanjang tahun) 150 juta itu juga kurang. Kita mencari tambahan dari negara-negara lain, termasuk yang dari Amerika,” tutur Yuliot dilansir dari Antara.

Diwartakan sebelumnya, Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Indonesia mendapat komitmen 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus, hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Baca Juga :   BANTUAN Pusat Rp20,5 Triliun Siap Disalurkan ke Daerah

Dalam pertemuan tersebut, tutur Hashim, mulanya Rusia menyetujui untuk segera mengirim 100 juta barel minyak ke Indonesia dengan harga khusus.

Apabila Indonesia masih membutuhkan tambahan, kata Hashim, maka Rusia akan menambah pasokan sebesar 50 juta barel minyak untuk Indonesia menghadapi gejolak ekonomi.

“Jadi dia (Prabowo) ke Moskow bukan untuk foya-foya. Dia ke Moskow ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin,” ujar Hashim.

Dengan demikian, Rusia menjadi alternatif pemasok energi ke Indonesia di tengah krisis energi yang saat ini sedang melanda dunia akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair
DISOROT Menurunnya Daya Beli di Pasar Paringin
ATASI Antrian BBM, Pansus Kalsel Matangkan Data
MASKAPAI Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut
“BOTASUPAL” Musnahkan Uang Palsu di Kalsel
PASAR MURAH di Desa Bihara, Warga Dapat Kebutuhan Pokok Terjangkau hingga Layanan IKD
KEPEDULIAN BERBAGI Korem 101/Ant Diserbu Warga, Rangkaian Sambut HUT ke-81 TNI
DISAMBUT Kedatangan Penerbangan Batik Air Kuala Lumpur – Banjarmasin di Bandara Internasional Syamsudin Noor

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Jumat, 25 September 2026 - 22:28

23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Jumat, 18 September 2026 - 21:03

KEJAGUNG Kawal Tiga Proyek Jalan IKN

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

3 TERSANGKA Karhutla Terancam Bui 10 Tahun

Rabu, 16 September 2026 - 20:59

KUALITAS Udara Samarinda Memburuk Masuk Kategori ‘Sangat tidak Sehat’

Selasa, 15 September 2026 - 21:18

KN SAR Wisanggeni 2 Hari Ikut Pencarian Belum Temukan Korban Kapal Virgo Transport 8

Selasa, 15 September 2026 - 20:52

DIPANTAU Keberadaan Orang Utan di Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung

Berita Terbaru

Penangkapan tersangka kelima dalam perkara dugaan korupsi tata kelola komoditas nikel periode 2017–2020, MTP oleh Tim penyidik Direktorat Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).(Foto: HO-Kejagung)

Hukum

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Senin, 28 Sep 2026 - 21:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca