WARGA Bengkayang Diimbau Waspada Hewan Penyebar Rabies

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 20:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKPPKB Bengkayang Arya Purba saat di wawancara media di Bengkayang, Rabu (9/7/2025). (ANTARA/Narwati)

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKPPKB Bengkayang Arya Purba saat di wawancara media di Bengkayang, Rabu (9/7/2025). (ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang, Kalimantan Barat, melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran rabies melalui hewan, meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus gigitan rabies di daerah itu.

“Meskipun Bengkayang hingga saat ini belum ditemukan kasus, namun perlu diwaspadai hewan yang potensi membawa rabies. Mengingat banyak kasus yang terjadi di wilayah Kalbar,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKPPKB Bengkayang Arya Purba dalam keterangannya di Bengkayang, Rabu (9/7/2025).

Dia menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi ancaman rabies, karena banyak masyarakat di Kabupaten Bengkayang memiliki hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, yang berpotensi menjadi sumber penularan rabies.

Untuk mencegah penyebaran rabies, pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan langkah pencegahan harus tetap dilakukan.

“Kami ingin masyarakat mengerti bahwa hewan peliharaan mereka bisa menjadi vektor rabies, sehingga tindakan pencegahan sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia mengatakan vektor utama rabies ada anjing, kucing, musang, rakun, dan kelelawar. Namun anjing menjadi vektor rabies yang paling umum dan bertanggung jawab atas sebagian besar kasus rabies di dunia.

Untuk itu dia mengingatkan warga jika menemukan kasus gigitan anjing atau hewan peliharaan vektor rabies agar segera melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga :   BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

“Pertolongan pertama yang penting diketahui masyarakat ialah mencuci bekas gigitan dengan sabun dan air mengalir. Setelah itu dibawa untuk cek ke fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi mau divaksin rabies atau bagaimana,” tutur Arya dilansir dari AntaraNews.

Rabies ini, lanjutnya, tidak langsung terjangkit saat digigit dan itu akan terjadi pada jangka waktu empat bulan. “Makanya kalau ada yang terindikasi rabies, pasti yang ditanya pernah di gigit anjing kah atau hewan lainnya. Memang antisipasi kalau digigit cepat ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Arya menambahkan kasus penyebaran rabies pernah terjadi secara signifikan di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2016 dan 2017, sehingga perlu kesadaran dan tindakan preventif dari masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati.

Dia juga menyarankan agar warga yang memiliki anjing atau hewan peliharaan yang lainnya dapat di vaksin untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
MEMPRIHATINKAN! 4 Orang Utan Terjebak Karhutla
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca