VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

SuarIndonesia — Rekaman video yang memperlihatkan seorang wanita paruh baya diikat di sebuah tiang bangunan Pasar Segiri, Samarinda, viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang wanita berbaju kuning tampak menjadi sasaran amuk massa setelah diduga tertangkap mencuri.

Dari video yang beredar, wanita berbaju kuning tersebut diikat menggunakan tali rafia berwarna hijau. Sejumlah warga yang berada di lokasi bahkan terlihat memukul hingga menjambak rambutnya.

Peristiwa itu diduga terjadi di Pasar Segiri, Jalan Pahlawan, Kecamatan Samarinda Ulu. Video tersebut mulai ramai diperbincangkan di media sosial sejak Selasa (28/7/2029) .

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengaku hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan pencurian maupun dugaan penganiayaan yang terekam dalam video tersebut.

“Sampai saat ini saya belum menerima laporan terkait kejadian tersebut. Saya juga baru melihat videonya dari teman-teman wartawan,” kata Asriadi , Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, belum ada pedagang yang melaporkan kehilangan barang maupun wanita yang diduga menjadi korban kekerasan seperti yang ada dalam video tersebut.

“Kami juga belum menerima laporan dari pedagang yang barangnya dicuri ataupun dari pelaku yang terekam diduga dianiaya di lokasi tersebut,” ujar Asriadi dilansir dari detikKalimantan.

Meski demikian, polisi telah bergerak melakukan penyelidikan untuk memastikan waktu, lokasi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga :   BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

“Saat ini terkait video viral tersebut, kami dari Polsek Samarinda Ulu masih melakukan penyelidikan terkait video viral pencuri yang diikat dan diduga dianiaya,” jelasnya.

Asriadi menegaskan, pihak yang merasa dirugikan, baik korban dugaan pencurian maupun wanita yang diduga menjadi korban kekerasan, dipersilakan membuat laporan kepada kepolisian.

“Pada intinya jika ada pihak yang merasa keberatan, silakan datang ke Polsek maupun Polres untuk melapor, baik yang merasa barangnya dicuri maupun terduga pelaku pencurian yang mendapatkan tindakan kekerasan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Karena belum tentu terduga pelaku bersalah. Masih ada asas praduga tidak bersalah,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18