SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan pesawat C208B-EX dioptimalkan dalam upaya menekan potensi perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah kritis.
”Untuk menjaga kondisi tingkat kemudahan terbakar agar tidak semakin parah, operasi penaburan bahan semai NaCl terus kami lakukan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kalteng Ahmad Toyib di Palangka Raya, Rabu (24/6/2026).
Dia menjabarkan pada beberapa sorti penerbangan sebelumnya, tim telah menyemaikan bahan semai di zona blocking area potensial, seperti di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Katingan, hingga Kotawaringin Timur.
Lebih lanjut, Toyib menyampaikan saat ini Kalteng berada di bawah status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026 berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/142/2026.
Tercatat hingga periode 22 Juni 2026 akumulasi kejadian bencana di Kalteng telah mencapai 516 kejadian yang didominasi oleh karhutla, kebakaran permukiman, serta cuaca ekstrem.
Karhutla mendominasi dengan catatan akumulatif sebanyak 323 kejadian di berbagai kabupaten/kota. Total luas lahan yang terbakar sejauh ini dilaporkan telah mencapai 456,78 hektare.
”Kami terus melakukan kesiapsiagaan penuh di lapangan bersama tim gabungan,” kata Ahmad Toyib, melansir dari Antara.
Berdasarkan data akumulasi dari awal tahun hingga 22 Juni 2026 wilayah dengan kejadian karhutla terbakar paling banyak berada di Palangka Raya dengan 144 kejadian, Kotawaringin Timur dengan 50 kejadian dan Barito Utara sebanyak 43 kejadian.
Sementara itu, berdasarkan data satelit SiPongi per periode 21-23 Juni 2026, tercatat telah terdeteksi sebanyak 6 titik hotspot (titik panas) di wilayah Kalteng, yang tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur 3 titik, Gunung Mas 2 titik, dan Kotawaringin Barat 1 titik. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















