LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

SuarIndonesia — Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan sejumlah pihak terkait kembali melepasliarkan lima orangutan ke hutan Kalimantan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).

“Setiap orangutan yang kembali ke hutan membawa cerita perjuangan yang panjang. Himba, Lykke, Farida, Nett, dan Semeru telah melalui bertahun-tahun rehabilitasi untuk belajar kembali menjadi orangutan liar,” kata Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Jumat (19/6/2026).

Dia menambahkan bahwa pelepasliaran ini bukan sekadar akhir dari proses rehabilitasi, tetapi awal dari kehidupan baru mereka di alam.

Kelima individu orangutan yang terdiri atas tiga betina dan dua jantan tersebut telah melewati masa rehabilitasi panjang di Nyaru Menteng dan dinyatakan siap untuk hidup mandiri di alam liar.

Setiap individu orangutan yang dilepasliarkan membawa kisah perjalanan yang unik. Salah satunya adalah Himba, orangutan jantan berusia 15 tahun yang ditemukan dalam kondisi luka bakar serius akibat kebakaran hutan saat masih bayi.

Setelah menjalani rehabilitasi selama 14 tahun, Himba tumbuh menjadi individu yang tangguh, aktif menjelajah, dan terampil mencari pakan alami. Ada pula Lykke, betina berusia 23 tahun yang tiba di Nyaru Menteng bersama induknya saat masih berusia sekitar satu bulan.

Setelah hampir 22 tahun menjalani rehabilitasi, Lykke dikenal sebagai individu yang mandiri dan lebih banyak menghabiskan waktunya di atas pohon.

Baca Juga :   MN TEWAS DITUSUK 4 Kali Usai Pesta Miras, Pelaku AD Sempat Kabur

Sementara itu, Farida, betina berusia 19 tahun asal Tumbang Samba, menunjukkan kemampuan eksplorasi dan adaptasi yang sangat baik selama masa pra-pelepasliaran. Bersama dua individu lainnya, Nett dan Semeru, mereka kini memulai perjalanan baru menuju kebebasan di hutan Kalimantan.

Kepala BKSDA Kalteng Andi Muhammad Kadhafi mengatakan setiap pelepasliaran orangutan adalah bagian dari upaya bersama untuk memulihkan keseimbangan ekosistem dan memastikan kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Pelepasliaran kali ini merupakan yang ke-47 bersama Yayasan BOS di Kalimantan Tengah.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang terus terjalin dalam mendukung konservasi orangutan dan habitatnya, sehingga upaya pelestarian ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Andi, Jumat (19/6/2026), dikutip dari AntaraKalteng.

Sementara itu, Kepala TNBBR, Mochamad Satori menambahkan bahwa Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya merupakan salah satu benteng penting bagi kelangsungan hidup orangutan di alam liar. Lima individu orangutan yang dilepasliarkan hari ini akan menjadi bagian dari ekosistem hutan yang terus dijaga bersama.

“Kehadiran mereka di alam memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hutan tropis, sehingga perlindungan kawasan konservasi harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas pihak dan dukungan masyarakat,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
ADHYAKSA FC Berpeluang Bermarkas di Palangka Raya
PELAJAR TEWAS Terjatuh dari Menara Masjid
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:12

PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47

JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:29

POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:10

KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:58

ADHYAKSA FC Berpeluang Bermarkas di Palangka Raya

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:32

PELAJAR TEWAS Terjatuh dari Menara Masjid

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:49

WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca