INDONESIA Targetkan jadi Lumbung Pangan Dunia

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto (tengah) meninjau lahan padi dalam rangkaian acara Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto (tengah) meninjau lahan padi dalam rangkaian acara Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)

SuarIndonesia — Presiden Prabowo Subianto menyatakan produktivitas padi nasional meningkat hingga 100 persen berkat penerapan teknologi pertanian modern, dari yang sebelumnya menghasilkan sekitar 5 ton gabah menjadi lebih dari 10 hingga 12 ton per hektare.

Peningkatan produktivitas pertanian itu memperkuat upaya Indonesia menuju swasembada pangan dan lumbung pangan dunia.

“Saya kira banyak sekali inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dipimpin Menteri Pertanian hasilnya sangat, menurut saya cukup revolusioner. Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah (per hektare), sekarang bisa 10 ton lebih, 12 ton. Kalau begitu kan naik 100 persen produktivitas kita,” kata Prabowo dikutip dari siaran resmi di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Presiden menyampaikan hal tersebut usai meninjau Teknologi Budi Daya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan area Gelar Teknologi yang menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, serta teknologi pendukung swasembada pangan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.

Menurut Prabowo, peningkatan produktivitas yang ditopang inovasi dan teknologi pertanian memberikan optimisme bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia. Kita bisa bantu banyak negara,” ujarnya.

Namun demikian, Presiden menekankan bahwa capaian tersebut harus dijaga melalui sistem pertanian yang berkelanjutan dan tidak hanya berlangsung dalam jangka pendek.

“Tapi, intinya sekarang kita bersyukur, kita jaga. Ini tidak boleh fenomena satu tahun, dua tahun, harus sistem yang berkelanjutan. Petani kita harus hidup dengan baik, teknologi harus kita belajar secepat mungkin,” kata Kepala Negara.

Prabowo juga menegaskan pentingnya penguatan produksi pangan melalui strategi intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi guna meningkatkan kualitas serta keberagaman komoditas pertanian nasional.

“Jadi, yang kita produksi nanti kualitasnya sangat baik. Tidak hanya beras, tidak hanya jagung, tapi singkong, gula, kedelai, semua, sorgum, sagu,” katanya.

Presiden menyatakan optimistis sektor pertanian akan menjadi fondasi utama kekuatan nasional di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia.

Baca Juga :   121 HAKIM Direkomendasikan Dijatuhi Sanksi pada Semester I 2026

“Saya kira saya sangat bahagia kita lihat perkembangan ini, kita optimis ini. Semua negara besar, negara kuat itu back up-nya, landasannya adalah pertanian yang kuat. Produksi pangan aman, kita menghadapi banyak tantangan kita aman,” kata Prabowo.

Terkait pemerataan pemanfaatan teknologi pertanian, Presiden mengatakan pemerintah akan terus mendorong sosialisasi dan penerapan inovasi tersebut hingga ke seluruh daerah agar swasembada pangan dapat terwujud dari tingkat desa hingga provinsi.

“Ini kita ingin supaya disosialisasikan, diajarkan ke semua daerah. Kita mau tiap desa bisa swasembada, tiap kecamatan swasembada, tiap kabupaten swasembada, tiap provinsi swasembada minimal,” ujar Prabowo.

Tertinggi sepanjang sejarah

Sementara itu, dilansir dari Antara, Presiden Prabowo mengatakan produksi beras dan jagung Indonesia saat ini mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah berdirinya negara, seiring tercapainya swasembada pangan dalam beberapa komoditas utama.

“Produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri,” kata Prabowo saat memberikan sambutan pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo dipantau dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu (26/6/2026).

Presiden mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan nelayan serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pangan nasional.

Menurut Prabowo, swasembada pangan menjadi salah satu pencapaian terbesar pemerintahannya dalam beberapa bulan terakhir.

“Yang paling besar kita capai dan saya merasa bersyukur adalah kita swasembada pada pangan,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda
PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0
REALIZA ANTI CHAMAS dari Brasil Diujicobakan untuk Padamkan Karhutla
30.190 KOLEKSI dan 20 Benda Budaya Bersejarah Dipulangkan dari Belanda
MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race
DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang
DIATUR Tarif Pemeriksaan Kesehatan Haji
KASUS KORUPSI KPP Madya Banjarmasin: KPK Panggil Direktur Sungai Danau Jaya dan Binuang Mitra Bersama Prima

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:19

POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:07

PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:59

GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:41

REALIZA ANTI CHAMAS dari Brasil Diujicobakan untuk Padamkan Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:38

MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:17

DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:24

TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:54

MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race

Berita Terbaru

BKSDA dan YIARI Kalbar melakukan translokasi terhadap delapan orang utan Kalimantan yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca