SuarIndonesia — Suasana santai para pemancing di Teluk Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah mendadak menjadi kepanikan. Seekor buaya menyambar umpan pancing milik salah seorang warga.
Tarikan pancing yang awalnya dikira berasal dari ikan berukuran besar, ternyata datang dari seekor predator. Peristiwa itu terjadi di kawasan Kumai Hilir, saat sejumlah warga tengah memancing di tepian Teluk Kumai, Selasa (23/6/2026) sore.
Tarikan yang sangat kuat membuat pemancing yakin telah mendapatkan ikan besar yang selama ini menjadi incaran. Namun harapan itu berubah menjadi keterkejutan ketika sosok buaya muncul ke permukaan air. Buaya tersebut diketahui telah menelan umpan beserta tali pancing yang diperkirakan memiliki panjang sekitar empat meter.
Salah seorang warga, Alam, mengatakan kejadian itu berlangsung di sekitar perairan dekat kawasan Depo Pertamina Kumai. Menurutnya, kemunculan buaya di wilayah tersebut belakangan semakin sering terjadi.
“Awalnya kami mengira yang menyambar umpan adalah ikan besar karena tarikannya sangat kuat. Setelah muncul ke permukaan, ternyata seekor buaya yang sudah menelan umpan dan tali pancing. Setelah terlihat langsung saya buang pancingnya sekalian,” kata Alam.
Insiden tersebut sontak mengundang perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Banyak di antara mereka mendekat untuk melihat langsung buaya yang masih terhubung dengan tali pancing tersebut.
Menurut warga, kejadian ini bukan yang pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, penampakan buaya di kawasan Teluk Kumai hingga aliran sungai di sekitarnya semakin sering dilaporkan oleh masyarakat.
“Sekarang buaya lebih sering terlihat, bahkan tidak hanya di sungai tetapi juga mendekati kawasan yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas,” ujar Alam, dilansir dari detikKalimantan.
Meningkatnya kemunculan reptil tersebut membuat masyarakat mulai lebih waspada. Para nelayan, pemancing, hingga pengguna transportasi air diminta berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan.
Warga juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mandi atau bermain di tepian sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari potensi serangan buaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Kami mengimbau warga selalu berhati-hati dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai, terutama di lokasi yang sering dilaporkan menjadi lintasan buaya,” tutur Eko, salah seorang warga setempat.
Kekhawatiran masyarakat meningkat setelah beredar informasi adanya penampakan buaya di kawasan Laut Pasar Cempaka. Kondisi itu membuat warga memilih lebih berhati-hati ketika berada di dekat perairan.
“Kami berharap instansi terkait dapat melakukan pemantauan rutin serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara aman beraktivitas di kawasan perairan yang menjadi habitat buaya,” harapnya.
Dengan meningkatnya frekuensi kemunculan buaya di Teluk Kumai, kewaspadaan seluruh masyarakat dinilai menjadi langkah utama untuk mencegah terjadinya insiden yang membahayakan jiwa. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















