SuarIndonesia – Setelah menghadapi aksi unjuk rasa mahasiswa selama tiga hari berturut-turut, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya merampungkan seluruh aspirasi yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel.
Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, menyatakan bahwa berkas tuntutan tersebut akan diantarkan langsung ke DPR RI di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.
”Kebetulan Komisi IV DPRD Kalsel memiliki agenda ke Jakarta. Berkas aspirasi akan langsung diantarkan oleh pihak yang menangani ke DPR RI, tidak melalui jalur administrasi biasa atau dititipkan ke satpam,” ujar Supian HK saat menemui massa aksi di depan Kantor DPRD Kalsel, Banjarmasin, Jumat (19/6/2026) sore.
Supian menegaskan seluruh dokumen dan bahan pendukung telah siap. Terdapat delapan poin tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa. Isu tersebut tidak hanya fokus pada penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga mencakup stabilitas harga kebutuhan pokok, masalah sosial, hingga sektor pendidikan.
”Pada prinsipnya, seluruh aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat kami terima dan kami sepakati untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Menurut Supian, dampak kenaikan BBM sangat luas karena memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.
Selain itu, Supian HK juga menambahkan bahwa dinamika pembahasan isu ini cukup alot, terutama di Komisi III DPRD Kalsel yang menerima banyak masukan komprehensif terkait situasi politik nasional dan global. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















