SuarIndonesia – Migran Center Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang bepusat di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, satu-satunya di Kalimantan, diresmikan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Mukhtarudin, Selasa (23/6/2026).
Peresmian setelah Mentyri bersama Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S., MSi, meberikan kulah umum serta MoU di kampus lain.
Turut dampingi Dekan FISIP, Dr Irwansyah, S.Sos, MS. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan (Disnakertrans Kalsel) Ir Irfan Sayuti, S.Sos, MSi.
Turut hadir Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IKA) HA Haris Makkie para senior serta para Ikatan Mahasiswa Fisip (Ikmafis 84).
Migran Center akan berfungsi sebagai wadah penyiapan kompetensi, sekaligus pembuka peluang penempatan kerja yang sah dan aman di luar negeri.
“Harapan kita, talenta-talenta luar biasa dari ULM tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi juga menjadi talenta global yang siap mengisi sektor-sektor industri strategis di luar negeri,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin dalam keterangannya pada wartawan.
Sementara Rektor ULM, ucap terimaksih dengan diresmikan Migran Center di kampus ini dan harapannya pula ini akan menjadi tempat mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing dan siap menjawab kebutuhan industri nasional maupun global.
“Saya juga mengapresiasi tinggi capaian prestasi ULM yang sukses mendidik anak-anak bangsa bertalenta. Terlebih, dengan prospek jangka panjang yang sangat cerah,” sambung Menteri.
Mukhtarudin menegaskan bahwa peresmian Migran Center merupakan wujud nyata dari amanah Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu untuk memperkuat kualitas Pekerja Migran Indonesia mendongkrak pergeseran dari sektor domestik (domestic workers) menuju sektor formal dan profesional.
“Saat ini kita sedang mengalami bonus demografi di mana usia produktif sangat melimpah dan membutuhkan lapangan kerja.
Sebaliknya, negara-negara besar di luar sana tengah menghadapi fenomena aging population (penuaan penduduk) sehingga mereka sangat membutuhkan suplai tenaga kerja. Ini peluang besar kita,” jelasnya.
Menteri P2MI menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki ULM harus terus dioptimalkan.”Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia industri menjadi kunci utama dalam menciptakan pekerja migran yang berkualitas dan berdaya saing global,” ungkap Mukhtarudin.
Sisi lain, Mukhtarudin mengakui bahwa secara teknis, kualitas lulusan dan pekerja asal Indonesia sangat hebat dan mampu bersaing.
Terbukti, saat ini banyak Pekerja Migran profesional yang menduduki posisi strategis seperti engineering di negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan.
Meski demikian, Mukhtarudin menggarisbawahi bahwa kelemahan mendasar pekerja domestik masih terletak pada penguasaan bahasa asing.
“Orang Indonesia itu kalau soal teknis hebat, tetapi begitu masuk ke urusan bahasa, nah ini yang menjadi kendala.
Saya berharap ULM dapat memperkuat kurikulum bahasa asingnya. Bahasa Inggris untuk pasar Eropa, bahasa Arab untuk Timur Tengah, serta bahasa Korea dan Jepang karena itu sangat penting,” tegas Mukhtarudin.
Selain kemampuan teknis (hard skills) dan bahasa, Mukhtarudin juga berpesan agar para mahasiswa terus mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
“Teknologi semakin canggih, siswa kita tidak boleh hanya pintar secara teknis. Mereka harus menjadi para pemikir (thinkers), memiliki ide, gagasan, dan kreativitas tinggi,” beber Menteri Mukhtarudin
Melalui peresmian Migran Center ULM ini, Kementerian P2MI berharap terjalin sinergi yang kuat dalam menyiapkan suplai tenaga kerja.
Kehadiran Migran Center diharapkan menjadi ekosistem terpadu dari hulu ke hilir guna mencetak sekaligus menyalurkan tenaga kerja terampil Indonesia ke kancah internasional.
Sedangkan Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti, sebut kalau Pemprov Kalsel sudah sekitar lima telah melakukan MoU dengan Kementerian P2MI, terus diperpanjang menyangkut tenaga kerja asal daerah ini yang bekerja di luar negeri.
“Untuk saat ini terdata ada sekitar 70 pekerja asal Kalsel yang tersebar di berbagai negara. Memang soal pendidikan dan anggaran masih terkendala .
Maka dngan adanya Migran Center ini pula sangat mendukung untuk pekerja khususnya asal darrah kita lebih profesionala,” ucapnya.
Pasalnya, Migran Center sebagai pusat layanan terpadu untuk memberdayakan, mengedukasi dan melindungi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) maupun pekerja migran.
Fasilitas ini bertujuan membangun ekosistem penempatan kerja ke luar negeri yang lebih profesional, aman dan berkeadilan.
Karena tujuan spesifik dari pendirian fasilitas Migrant Center, memberikan pelatihan keterampilan kerja dan bahasa agar CPMI memiliki daya saing tinggi dan sesuai dengan standar pasar kerja global.
Menjadi tempat asesmen dan penerbitan sertifikat keahlian resmi sebelum pekerja berangkat ke luar negeri.
Melindungi pekerja migran dari risiko penipuan (calo ilegal) hingga memberikan advokasi masalah hukum dan ketenagakerjaan.
Membekali pekerja migran dengan edukasi literasi keuangan dan persiapan pemberdayaan saat mereka kembali ke tanah air (purna PMI). (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















