SuarIndonesia -Kolaborasi Polri dengan media merupakan investasi sosial yang sangat penting dan beberapa poin penekanan terkait ini pula .
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rusyanto Yudha Hermawan mengajak insan pers memperkuat sinergi dalam menjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus informasi digital dan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Masyarakat saat ini membutuhkan informasi yang objektif, akurat, dan terverifikasi,” kata Kapolda saat sarasehan bersama awak media dan organisasi media di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, Selasa (23/6/2026).
Karena itu, ruang publik harus dijaga dari informasi provokatif maupun menyesatkan yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Perkembangan teknologi dan AI memberikan banyak manfaat, tetapi juga membawa dampak negatif yang perlu kita mitigasi bersama. Terutama untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari penyebaran informasi yang tidak benar,” ujar Kapolda lagi.
Ia menegaskan, Polda Kalsel terbuka untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan insan pers.
Kapolda menilai media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi sekaligus menjadi mitra penting dalam menciptakan stabilitas sosial.
Karena itu, ia mengajak seluruh insan pers untuk terus mengedepankan profesionalisme, etika jurnalistik, dan kepentingan masyarakat dalam setiap karya pemberitaan.
“Kolaborasi Polri dengan media merupakan investasi sosial yang sangat penting.
Kami berharap sinergi yang selama ini terjalin dapat terus diperkuat demi kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda menegaskan komitmen Polri untuk terus berbenah melalui peningkatan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan yang humanis.
“Pengabdian Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kami terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Kalsel,” ucapnya.
Ia berharap sarasehan menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara Polri dan insan pers, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Banua.
Menurutnya, menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media.
“Dengan kebersamaan, tantangan apa pun dapat kita hadapi bersama,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Zainal Helmie, mengapresiasi hubungan kemitraan yang telah terjalin antara Polda Kalsel dan insan pers.
Ia menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang memungkinkan berbagai informasi menyebar sangat cepat melalui internet dan media sosial.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan besar karena informasi palsu atau hoaks kerap beredar sebelum melalui proses verifikasi.
“Masyarakat harus semakin bijak dalam menyaring informasi yang diterima. Jangan mudah percaya sebelum memastikan kebenarannya,” ujar Zainal Helmie.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers untuk tetap konsisten menyajikan berita yang berpedoman pada kode etik jurnalistik dan proses verifikasi yang ketat.
“Pers harus memastikan informasi yang diterima masyarakat benar-benar valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















