SPANDUK Kalsel “Darurat Vaksin” Dibentangkan Ketua Komisi IV DPRD di Kemenkes RI

- Penulis

Kamis, 30 September 2021 - 22:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Dengan membawa dan bentangkan spanduk bertuliskan Kalsel “Darurat Vaksin”, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Lutfi Saifuddin mendatangi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) di Jakarta.

“Kedatangan kita untuk menyampaikan tuntutan tambahan kuota vaksin untuk masyarakat Kalsel,” kata Lutfi lewat pesan singkatnya, Kamis (30/9/2021)

Menurut lutfi, meski sempat lama menunggu di depan gedung Prof Dr Sujudi Kementerian Kesehatan RI Jakarta, dalam penyampaian aspirasi namun akhirnya diperbolehkan masuk.

“akhirnya diterima oleh Plt Direktur Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Prima Yoshepin,” ucapnya.

Lutfi juga mengatakan, menurut penjelasan dari Kemenkes, dalam minggu ini, Kalsel dijanjikan akan dapat tambahan sebanyak 91.500 dosis untuk 13 kabupaten/kota.

“Meski sudah disebutkan jumlah tambahan kuota vaksin, namun masih kurang puas dan tetap minta lebih banyak, untuk 13 Kab/Kota di Kalsel,”ujar Lutfi

Adapun alasan keterlambatan pengiriman disebabkan beberapa hal, diantaranya lambatnya entry data masyarakat yang sudah divaksin, jumlah stok di daerah yang tidak diupdate oleh dinas dan ketersediaan di pusat yang terbatas.

Baca Juga :   KORBAN MAFIA TANAH Bacakan Surat Terbuka untuk Kapolri

“Keterlambatan data masyarakat sudah tervaksin, dan jumlah stok vaksin yang juga lambat terupdate,” beber Lutfi.

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut Politisi dari Partai Gerindra ini, daerah pulau jawa sangat mudah mendapatkan vaksin, sedangkan di kalsel warga harus berkerumun untuk mendapatkan vaksin,

Keinginan kita ujar Lutfi  pemerintah pusat dapat memberikan tambahan vaksin 80 persen dari kebutuhan 3,5 juta dosis vaksin.

“Paling tidak di angka 2,5 juta hingga 3 juta dosis vaksin harusnya sudah kita terima,” ujarnya.

Padahal menurutnya salah satu indikator dalam penentuan status level PPKM di daerah di Kalsel, dilihat dari tercapainya vaksinasi. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang Alami Luka Bakar 40%
LESTARIKAN Budaya Banjar dengan Libatkan Generasi Muda
PROGRAM MARKISSA Konversi Sampah jadi Sedekah Beras
JASAD MENGAPUNG di Sungai depan Museum Perjuangan
SELURUH CJH RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah
TECO, Pelatih Barito Putera : Tahan Imbang Persela, Masih Punya Satu Laga
GOL PENALTI Drama “Injury Time” Barito Putra Vs Persela
PENJARINGAN Calon Ketua KONI Kalsel, Dinilai H Bambang Kepemimpinan Depan Orang-orang Tangguh

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 22:08

KARANTINA KALBAR Cegah Perdagangan Satwa Liar di Perbatasan

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:02

DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 8 April 2026 - 23:22

KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:36

MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:04

POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru

Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan bersama Kantor Bea Cukai Kelas II Nunukan menggagalkan ribuan kosmetik ilegal dari Malaysia. (dok Pangkalan TNI AL Nunukan)

Hukum

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Minggu, 26 Apr 2026 - 22:43

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca