REKONSTRUKSI Tragedi Katingan, Ada 17 Adegan dan 5 TKP

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 23:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekonstruksi tragedi bentrok polisi vs bandar di Katingan. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Rekonstruksi tragedi bentrok polisi vs bandar di Katingan. (Foto: HO-Polda Kalteng)

SuarIndonesia — Rangkaian peristiwa berdarah di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali diperagakan dalam rekonstruksi yang digelar Ditreskrimum Polda Kalteng pada Senin (31/8/2026) sore hingga malam. Sebanyak 17 adegan diperagakan dengan latar lima tempat kejadian perkara (TKP).

Rekonstruksi berlangsung di Aula Arya Dharma, Mapolda Kalteng, Palangka Raya. Delapan tersangka hadir, masing-masing berinisial S, I, N, Y, M, B, R dan P.

“Rangkaian reka ulang tersebut dilakukan untuk mencocokkan keterangan para tersangka dan saksi dengan fakta-fakta yang telah dikumpulkan penyidik, sekaligus memperjelas peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut,” ujar Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat, Selasa (1/9/2026), dikutip dari detikKalimantan.

Proses rekonstruksi turut disaksikan pihak kejaksaan dan kuasa hukum para tersangka. Adegan pertama hingga keenam berlangsung di rumah Ibu Indem, yang merupakan orang tua salah satu tersangka berinisial B. Dari lokasi ini, penyidik mengurai bagian awal rangkaian peristiwa yang terjadi.

“Rekonstruksi kemudian berpindah ke depan rumah Ibu Indem. Di lokasi tersebut diperagakan tiga adegan yang berkaitan dengan pengrusakan mobil petugas kepolisian,” katanya.

Rangkaian berikutnya berlangsung di pinggir sungai yang berada di seberang pulau. Tiga adegan diperagakan di lokasi ini, termasuk aksi penembakan menggunakan senapan angin.

“Dari pinggir sungai, reka ulang berlanjut ke kawasan tumpukan pasir atau ambuhan. Di tempat tersebut diperagakan tiga adegan yang berkaitan dengan pembacokan terhadap Aiptu Yudhie,” katanya.

Sementara adegan terakhir berlangsung di Batu Teluk Seha. Dua adegan diperagakan di lokasi tersebut sebagai bagian penutup dari rangkaian rekonstruksi.

Baca Juga :   MENHUT: Penegakan Hukum Terkait Karhutla tak Pandang Bulu

“Rekonstruksi ini digelar untuk mengurai secara detail rangkaian tragedi tersebut sekaligus memperjelas peran masing-masing dari delapan tersangka dalam peristiwa berdarah di Tumbang Kalemei,” ujar Budi.

Peristiwa berdarah tersebut bermula pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Saat itu, personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap dugaan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei.

Namun, operasi yang semula ditujukan untuk penegakan hukum narkotika tersebut berubah menjadi tragedi. Personel kepolisian yang tengah menjalankan tugas mendapat serangan hingga menyebabkan tiga anggota Polri meninggal dunia. Ketiga anggota tersebut yakni Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Ipda Anumerta Sumariyanto.

Melalui rekonstruksi ini, penyidik berupaya menyusun kembali setiap tahapan kejadian secara utuh, termasuk mengurai tindakan yang dilakukan masing-masing tersangka hingga peristiwa tersebut berujung pada gugurnya tiga personel Polri.

“Rekonstruksi menjadi salah satu tahapan penyidikan untuk memperjelas fakta hukum sebelum perkara memasuki proses selanjutnya,” katan Budi menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

2 PEJABAT KPU Jadi Tersangka Kasus Dana Hibah Pilkada Kotim
KARHUTLA KALTENG: 23 Orang Tersangka dalam 19 Kasus
HELIKOPTER Water Bombing Sulit Beroperasi Padamkan Api
DIDUGA 12 Perusahaan di Kalimantan Jadi Penyebab Karhutla
KALTENG Status Tanggap Darurat Karhutla
BANTUAN 100 Mobil Damkar dan 15 Ekskavator Lawan Karhutla Kalselteng
PENANGANAN Karhutla Tumbang Nusa Terus Dilakukan
KASUS KPP Banjarmasin, KPK: Geledah 8 Lokasi Selama 3 Hari

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:51

DIDUGA 12 Perusahaan di Kalimantan Jadi Penyebab Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 22:17

ZIARAH Dirangkai Peringatan Maulid Dilaksanakan Jajaran Kejati Kalsel

Selasa, 1 September 2026 - 21:45

DIJAGA KETAT Dishut Kalsel dan Lanal Banjarmasin Hutan Lindung Liang Anggang

Selasa, 1 September 2026 - 21:41

GUBERNUR KALSEL Dicek Langsung Ketersediaan dan Suplai Air untuk Perendaman Hutan Lindung

Selasa, 1 September 2026 - 19:54

PENDERITA ISPA Kalsel Capai 3.990 Orang

Selasa, 1 September 2026 - 19:48

DAMPAK Karhutla tak Hanya Hutan, Juga Kesehatan dan Ekonomi

Selasa, 1 September 2026 - 18:00

DISETUJUI Komisi III DPR RI Tambahan Anggaran Kejagung 22,1 Triliun Disertai Sejumlah Catatan

Selasa, 1 September 2026 - 16:58

KETUA – PENGURUS PMI Banjarmasin Dilantik di Tengah Polemik dan Proses Hukum Gugatan

Berita Terbaru

Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan tinjau karhutla di Palangka Raya. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Hukum

KARHUTLA KALTENG: 23 Orang Tersangka dalam 19 Kasus

Selasa, 1 Sep 2026 - 23:09

Foto Ilustrasi helikopter water bombing. (Foto: x.com/@ModJapan_en)

Kalteng

HELIKOPTER Water Bombing Sulit Beroperasi Padamkan Api

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca