DAMPAK Karhutla tak Hanya Hutan, Juga Kesehatan dan Ekonomi

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 19:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Prof Haruni Krisnawati saat kegiatan rapat koordinasi pencegahan karhutla Provinsi Bengkulu, di Bengkulu, Selasa (1/9/2026). (Foto: Antara/Boyke Ledy W)

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Prof Haruni Krisnawati saat kegiatan rapat koordinasi pencegahan karhutla Provinsi Bengkulu, di Bengkulu, Selasa (1/9/2026). (Foto: Antara/Boyke Ledy W)

SuarIndonesia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengingatkan besarnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tidak hanya menghanguskan kawasan hutan, tetapi juga mempengaruhi ekosistem, kesehatan masyarakat, dan kegiatan sosial ekonomi.

“Pengendalian karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api. Kebakaran akan berdampak signifikan kepada ekosistem, hutan, keanekaragaman hayati, kemudian kesehatan masyarakat dan juga berdampak pada kegiatan sosial ekonomi masyarakat,” kata Staf Ahli Menteri Kehutanan (Menhut) Bidang Perubahan Iklim Haruni Krisnawati saat kegiatan rapat koordinasi pencegahan karhutla Provinsi Bengkulu, Selasa (1/9/2026).

Haruni mengatakan dampak karhutla perlu menjadi perhatian dalam upaya pengendalian kebakaran di Provinsi Bengkulu. Penanganan karhutla, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran telah terjadi.

Menurut dia, karhutla juga memiliki dampak terhadap lingkungan karena dapat mengganggu fungsi ekosistem dan hutan. Karena itu setiap upaya mencegah terjadinya kebakaran juga berarti menjaga kawasan yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.

Dia mengatakan karhutla juga berdampak terhadap keanekaragaman hayati. Kerusakan akibat kebakaran perlu dicegah melalui penguatan upaya pencegahan dan pengendalian di lapangan.

Selain dampak terhadap lingkungan, Haruni menyebut kebakaran dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Dampak tersebut juga dapat meluas terhadap kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak.

“Dan tentunya hal penting adalah kebakaran juga meningkatkan emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Menurut Haruni, setiap kawasan hutan dan lahan yang berhasil dilindungi dari kebakaran memiliki arti penting dalam menjaga fungsi lingkungan. Upaya tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga karbon dan mendukung pencapaian target iklim Indonesia.

Baca Juga :   GUS KIKIN Ketua Umum PBNU 2026-2031

“Dengan itu setiap hektare hutan dan lahan yang berhasil kita lindungi dari kebakaran, juga berarti kita menjaga cadangan karbon, kita menjaga fungsi ekosistem dan juga mendukung pencapaian target iklim Indonesia,” kata Haruni, melansir dari Antara.

Dia menegaskan pengendalian karhutla perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan secara menyeluruh. Pencegahan menjadi penting karena dampak kebakaran dapat meluas meskipun setelah api berhasil dipadamkan.

Haruni mengatakan Kemenhut siap memberikan pendampingan dan supervisi kepada Provinsi Bengkulu dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.

“Kementerian Kehutanan tentunya kami siap memberikan pendampingan dan supervisi dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan di Provinsi Bengkulu,” ucapnya.

Dia kembali menekankan tiga hal yang menjadi pesan Menteri Kehutanan yakni koordinasi yang cepat, kolaborasi yang nyata, dan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan serta mengerahkan sumber daya ketika dibutuhkan.

“Di atas itu semua tentunya pencegahan harus menjadi prioritas kita,” kata Haruni menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DISETUJUI Komisi III DPR RI Tambahan Anggaran Kejagung 22,1 Triliun Disertai Sejumlah Catatan
KASUS KPP Banjarmasin, KPK: Geledah 8 Lokasi Selama 3 Hari
GUS KIKIN Ketua Umum PBNU 2026-2031
HOTSPOT Karhutla Meningkat di Tiga Provinsi Kalimantan
DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel
KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa
MK Tetapkan Minimal Tiga Indikator Status Bencana Nasional
TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:59

KALTENG Status Tanggap Darurat Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 19:48

DAMPAK Karhutla tak Hanya Hutan, Juga Kesehatan dan Ekonomi

Selasa, 1 September 2026 - 16:58

KETUA – PENGURUS PMI Banjarmasin Dilantik di Tengah Polemik dan Proses Hukum Gugatan

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:10

AKSI Ratusan Karyawan PT BBP Tabalong Tuntut Uang Senilai 47 Miliar Lebih

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:36

DUA RAPERDA Strategis Sepakati DPRD Kalsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:10

KASUS KPP Banjarmasin, KPK: Geledah 8 Lokasi Selama 3 Hari

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:43

GUS KIKIN Ketua Umum PBNU 2026-2031

Berita Terbaru

Pos Komando Penanganan Tanggap Darurat Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur, Palangka Raya, (31/8/2026). (Foto: Antara/M Arif Hidayat)

Headline

KALTENG Status Tanggap Darurat Karhutla

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:59

Dinkes Kalsel catat kasus ISPA 3.990 kasus. (Foto: HO-Diskominfokalsel)

Kalsel

PENDERITA ISPA Kalsel Capai 3.990 Orang

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:54

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Hukum

19 KASUS Karhutla Sudah Ditangani Polda Kalteng

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca