SuarIndonesia — Di bulan September 2026, sejumlah wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau. Prediksi ini tercantum dalam pemutakhiran musim kemarau 2026 yang dirilis BMKG.
Dalam dokumen Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia, dikutip detikNews, BMKG memprediksi puncak musim kemarau sebagian besar wilayah terjadi pada Agustus 2026. Sebanyak 369 Zona Musim (ZOM) atau mencakup 48,84 persen luas daratan Indonesia diprediksi mencapai puncak kemarau pada bulan tersebut.
Namun sebanyak 169 ZOM yang mencakup 25,41 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada September 2026. BMKG mencatat wilayah tersebut tersebar di sejumlah pulau dan provinsi.
Menurut BMKG, sebagaimana dikutip detikKalimantan, wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada September 2026 meliputi:
Kepulauan Bangka Belitung
Sebagian besar Sumatera Selatan
Lampung
Sebagian kecil Jawa
Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
Kalimantan bagian selatan
Sebagian besar Sulawesi
Sebagian besar Maluku Utara
Sebagian Maluku
Papua Pegunungan bagian tengah
Prediksi tersebut merupakan hasil pemutakhiran BMKG berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan iklim hingga Mei 2026. Dalam dokumen tersebut, BMKG menyebut sebanyak 218 ZOM yang mencakup 32,58 persen luas daratan Indonesia mengalami pemutakhiran prediksi pada setidaknya satu parameter musim, termasuk awal, sifat, puncak, atau durasi musim.
Untuk beberapa wilayah, rincian dalam tabel BMKG menunjukkan adanya perubahan prediksi puncak kemarau dari Agustus menjadi September. Di antaranya sejumlah ZOM di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi.
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering
BMKG juga memperbarui sifat musim kemarau 2026. Hasilnya menunjukkan 482 ZOM atau 56,18 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami kondisi Bawah Normal, yang berarti lebih kering dari kondisi normalnya.
Kemudian BMKG memperkirakan durasi musim kemarau 2026 cenderung lebih panjang dari normal. Kondisi tersebut diprediksi terjadi pada 437 ZOM yang mencakup 48,77 persen luas daratan Indonesia.
Maka dari itu, wilayah yang mencapai puncak kemarau pada September 2026 perlu menjadi perhatian, terutama karena sebagian wilayah Indonesia diprediksi mengalami kondisi kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normalnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















