HELIKOPTER Water Bombing Sulit Beroperasi Padamkan Api

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi helikopter water bombing. (Foto: x.com/@ModJapan_en)

Foto Ilustrasi helikopter water bombing. (Foto: x.com/@ModJapan_en)

SuarIndonesia — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menghadapi kendala dari udara. Dalam tiga hari terakhir, aktivitas helikopter water bombing (WB) yang biasanya terlihat mondar-mandir di langit Kota Palangka Raya mulai berkurang akibat jarak pandang atau visibility yang menurun.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya membuat operasi pemadaman dari udara belum dapat dilakukan secara maksimal. Padahal, titik-titik kebakaran masih bermunculan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Tumbang Nusa yang dilaporkan menghadapi pergerakan api cukup cepat.

Kepala Pelaksana BP BPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan kondisi visibility menjadi salah satu faktor utama yang membatasi pergerakan armada water bombing.

“Optimalisasi WB melalui satgas udara tidak bisa dilakukan secara maksimal. Makanya pergerakan kepala apinya menjadi cepat karena didukung angin kencang di lokasi,” kata Toyib, Selasa (1/9/2026), dikutip dari detikKalimantan.

Dalam tiga hari terakhir, jarak pandang di Kota Palangka Raya mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat penerbangan helikopter untuk misi pemadaman harus dibatasi demi keselamatan operasional. Menurut Toyib, helikopter water bombing baru dapat diterbangkan apabila visibility di Palangka Raya berada di atas 1.500 meter.

“Sekarang ada empat unit yang siap bekerja. Tinggal menunggu visibility di Palangka Raya. Kalau visibility-nya di atas 1.500 meter, heli WB baru bisa bekerja,” ujarnya.

Baca Juga :   MASKAPAI Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

Persoalan yang dihadapi saat ini bukan hanya ketersediaan armada. Dari lima unit helikopter water bombing yang disiapkan, empat unit berada dalam kondisi siap diterjunkan.

“Satu unit yang sebelumnya menjalani maintenance kini telah kembali siap beroperasi. Sementara satu unit lainnya masih dalam proses perbaikan karena harus menjalani penggantian mesin,” ujarnya.

Namun, kesiapan armada tersebut belum menjamin operasi pemadaman via udara dapat berjalan optimal. Kondisi atmosfer, terutama jarak pandang, menjadi faktor penting sebelum helikopter diperbolehkan menjalankan misi water bombing.

“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri di tengah karhutla yang masih meluas. Berdasarkan data akumulasi BPBD Kalteng hingga 31 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 49.551 hotspot dan 2.222 kejadian karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. Luas lahan yang terbakar berdasarkan laporan kabupaten/kota mencapai sekitar 6.358,71 hektare,” kata Toyib menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng
PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!
IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim
KUMAI Diguyur Hujan
KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla
PETUGAS KARHUTLA KOBAR, Tinggalkan Keluarga ke Medan Berbahaya
KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting
TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:51

KORUPSI DANA BNPB: KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp5,47 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43

KASUS DANA BNPB: KPK Ungkap Identitas dan Peran Lima Tersangka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:17

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:56

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:10

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Kemenhut RI)

Kalteng

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:56

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Kalteng

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca