SuarIndonesia – Serunya sayembara panjat pinang warga lingkungan Pasar Batuah, Banjarmasin Timur, Kalsel, Minggu (30/8/2026).
Sejak siang hingga sore, banyak warga saksikan dan pula jadi lahan bagi para pedagang makanan da mainan. Kemeriahan lomba semakin terasa saat kelompok pertama mulai mencoba memanjat.
Suara sorak penonton menggema, memberi semangat kepada peserta yang jatuh bangun mencoba menaklukkan licinnya batang pinang.
Gelak tawa pun pecah setiap kali peserta tergelincir, namun semangat pantang menyerah tetap terpancar dari wajah mereka.
Kegiatan wujud semangat kebersamaan kaitan Hari Kemerdekaan RI ke 81, ini disebut Amat warga setempat sudah dua kali dalam sebulan ini diadakan.
Tiap kegiatan menjadi tontonan seru sekaligus hiburan rakyat. Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan keseruan lomba yang penuh keringat, tawa, dan sorak sorai kebahagiaan.
Satu batang pinang yang dipasang di tengah sungai kccil di kawasan Jalan Veteran ini menjadi pusat perhatian.
Bagian atasnya dipenuhi berbagai hadiah menarik seperti peralatan rumah tangga, kebutuhan sehari-hari, hingga hadiah hiburan yang membuat warga semakin bersemangat untuk memanjat.
Belasan pemanjat diberi waktu dan siapa yang sampai puncak bisa mengambil hadiah hingga enam item, kemudian turun dan bergilir pemanjat lainnya.
Dari pantauan, pemanjat ada tiga hingga empat saling membantu. Namun ada pula hanya seorang diri berhasil naik ke puncak ambil hadiah.
Bahkan tak kalau serunya, para gadis remaja ambil bagian bercebur ke sungai dan beruiaha menajat hingga membuat lebih seru, meski selalu gagal.
Dengan batang pinang yang dilumuri oli dan licin, para peserta berusaha keras mencapai puncak demi meraih hadiah.
Diketahui, lomba panjat pinang merupakan tradisi turun-temurun yang tidak boleh hilang.
Panjat pinang ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengajarkan arti perjuangan dan kerja sama.
Seperti para pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan, harus berjuang bersama untuk mencapai tujuan. Sisi lain kegiatan menjadi wujud nyata kebersamaan antarwarga.
Rekam jejak sejarah
Namun, Diketahui di balik keseruan merebut hadiah di puncak pohon, tradisi ini menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang serta filosofi hidup yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
Panjat pinang dikenal sebagai salah satu permainan yang berkembang pada masa penjajahan Belanda.
Dalam sejumlah catatan sejarah dan kesaksian mengenai masa kolonial, permainan ini kerap dikaitkan dengan perayaan atau hiburan masyarakat pada masa tersebut.
Batang pinang yang licin dipanjat untuk memperebutkan berbagai hadiah yang ditempatkan di bagian atas.
Setelah Indonesia merdeka, tradisi tersebut kemudian semakin melekat dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
beiring waktu, makna panjat pinang pun mengalami perubahan. Jika dahulu permainan ini memiliki konteks hiburan pada masa kolonial, kini panjat pinang lebih sering dipandang sebagai simbol perayaan kemerdekaan dan kebersamaan masyarakat.
Intinya filosofi di balik panjat pinang, memiliki sejumlah nilai yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat.
Gotong royong, dimana peserta tidak mungkin mencapai puncak hanya dengan mengandalkan kemampuan individu.
Mereka harus bekerja sama, membentuk pijakan, menjaga keseimbangan, dan membantu satu sama lain agar dapat mencapai tujuan bersama.
Persatuan. Dimana perbedaan kemampuan dan posisi tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama. Setiap orang memiliki peran yang berbeda, tetapi semuanya diarahkan pada tujuan yang sama.
Perjuangan dan pantang menyerah. Batang pinang yang licin membuat peserta harus mencoba berkali-kali. Mereka mungkin terjatuh, tetapi kembali berusaha hingga berhasil.
Hal ini menggambarkan perjuangan yang membutuhkan ketekunan dan keberanian.
Keberhasilan membutuhkan proses. Hadiah yang berada di puncak tidak dapat diraih dengan mudah. Ada usaha, strategi, kerja sama, dan kesabaran yang harus dilalui sebelum mencapai hasil.
Semangat Kemerdekaan dalam Sebuah Perlombaan. Panjat pinang pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai puncak.
Di dalamnya terdapat gambaran sederhana mengenai bagaimana sebuah tujuan besar dapat dicapai melalui kerja sama.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Karena itu, setiap pelaksanaan panjat pinang dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan pembangunan bangsa juga membutuhkan persatuan, kerja keras, serta kepedulian terhadap sesama.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi panjat pinang tetap bertahan karena mampu menghadirkan hiburan sekaligus pesan sosial. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















