PEKAI GAWAI Dayak Ajang Pelestarian dan Identitas Budaya

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025 - 21:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Kalbar Krisantus melepas pawai adat dayak pada kegiatan Pekan Gawai Dayak ke-39 yang dilaksanakan di Pontianak, Selasa (20/5/2025). (ANTARA/Rendra Oxtora)

Wagub Kalbar Krisantus melepas pawai adat dayak pada kegiatan Pekan Gawai Dayak ke-39 yang dilaksanakan di Pontianak, Selasa (20/5/2025). (ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, Cornelis Kimha menegaskan Pekan Gawai Dayak ke-39 yang dilaksanakan di Kalbar tahun ini tidak hanya sekedar sebagai ajang pelestarian budaya namun menegaskan identitas budaya Dayak yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

“Selama ini, budaya Dayak hanya terlihat saat Gawai, padahal, budaya harus menjadi bagian dari keseharian kita. Contohnya masyarakat di Kapuas Hulu dan Sintang, ibu-ibu di pasar masih memakai simpolo (aksesoris kepala tradisional) hampir setiap hari,” kata Cornelis saat memberikan sambutan pada kegiatan Pekan Gawai Dayak ke-39 yang dilaksanakan di Pontianak, Selasa (20/5/2025).

Ia menyatakan bahwa eksistensi masyarakat Dayak yang terus menjaga adat selama lebih dari 40 tahun merupakan bentuk kontribusi terhadap keutuhan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita tidak perlu malu menunjukkan identitas. Identitas inilah yang menjadi jati diri dan kebanggaan kita sebagai bangsa yang majemuk,” tuturnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak seluruh masyarakat Dayak untuk menjadikan Pekan Gawai Dayak ke-39 sebagai momentum memperkuat jati diri, melestarikan budaya, dan menjaga ketertiban dalam perayaan adat.

“Tadi saya sampaikan kepada seluruh warga Dayak, agar memberikan contoh bahwa Dayak itu cerdas, bermartabat, punya integritas, dan cinta kasih,” kata Krisantus.

Ia menekankan pentingnya menjaga budaya sebagai jati diri bangsa. Menurutnya, jika tidak dilestarikan melalui forum atau kegiatan kebudayaan seperti Pekan Gawai Dayak, maka lambat laun identitas suku maupun bangsa akan terkikis.

“Saya yakin, Pekan Gawai Dayak kali ini akan menjadi acara yang rapi, santun, dan dapat dijadikan contoh bagi suku-suku lain di Indonesia. Ini bisa menjadi pilot project untuk acara adat yang tertib dan berbudaya,” tuturnya.

Krisantus juga menyinggung pentingnya menjaga etika selama perayaan. Ia mengimbau agar masyarakat tidak berlebihan dalam merayakan, khususnya dalam hal konsumsi alkohol.

Baca Juga :   TPA Batu Layang akan Dijadikan "Sanitary Landfill"

“Mabuk-mabukan lalu diviralkan lewat video, itu tidak baik. Minum secukupnya saja, kita punya batas kemampuan fisik,” kata dia.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalbar II, Adrianus Asia Sidot, menyoroti makna Gawai sebagai perayaan panen yang juga harus dijadikan refleksi atas kondisi ketahanan pangan di daerah.

“Pekan Gawai Dayak ini merupakan momen syukur atas hasil panen. Namun kita juga perlu introspeksi: mampukah Kalimantan Barat berswasembada pangan tanpa bergantung dari luar,” katanya.

Menurut Adrianus, program utama Presiden Prabowo Subianto dalam periode mendatang akan fokus pada ketahanan pangan, energi, dan air. Hal ini sejalan dengan isu global seperti perubahan iklim dan menurunnya produksi pangan di banyak negara.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir soal pangan, bahwa pangan lokal seperti jagung, ubi, dan sagu memiliki nilai gizi yang tinggi dan harus diangkat martabatnya.

“Dulu orang yang makan jagung atau ubi dianggap miskin. Itu harus diubah. Kita harus bangga dengan pangan lokal kita. Ketahanan pangan bukan hanya soal beras, tapi soal keberagaman sumber pangan,” kata Adrianus, dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Adrianus juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk TNI dan Polri, dalam mendukung produksi pangan nasional untuk menjaga stabilitas harga dan menekan impor bahan pangan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEPANJANG 2026 Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
HY, 15 Tahun Tilap Uang Pelanggan Rp 5 M
BEJAT! Paman Cabuli Dua Keponakannya Lima Kali
BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:48

PENANGANAN Karhutla Dilakukan Cepat dan Responsif

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:34

BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:31

DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:02

DITETAPKAN TERSANGKA Delapan Pembakar Lahan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:23

KABID HUMAS : Penahanan Babeh Aldo Guna Proses Penyidikan, Begini Reaksi Tim Kuasa Hukum Tersangka

Berita Terbaru

Kab. Banjar

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:52

Kalsel

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Jul 2026 - 16:38

Febrie Adriansyah. (detikcom/Rumondang Naibaho)

Hukum

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:30

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca