BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rizky Amalia (Amelia) memberikan klarifikasi terbuka

Rizky Amalia (Amelia) memberikan klarifikasi terbuka

SuarIndonesia – Buka suara si pelapor terhadap Ali Ridhok alias Babe Aldo. Semua lantaran merasa terzalimi hingga ranah pribadi dan apresiasi Polda Kalsel.

Semua ini pasca-penahanan pegiat media sosial Babe Aldo oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). Pelapor Rizky Amalia (Amelia) memberikan klarifikasi terbuka.

ASN Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan ini menegaskan bahwa langkah hukum yang diambilnya murni untuk melindungi keluarga dari serangan ranah pribadi, bukan bentuk anti-kritik.

​Dalam keterangannya, Rizky Amalia mengakui kekhilafannya di awal terkait persoalan flexing atau gaya hidup hedon yang sempat disorot publik.

Namun, ia menyayangkan narasi yang diunggah Babe Aldo selanjutnya justru bergeser dan menyerang privasi hingga ranah keluarganya.

​”Ulun (saya) sadar dan memang benar ulun salah masalah flexing (pamer), jadi ulun meminta maaf dan tidak mengulangi.

Namun berikutnya ulun dituduh operasi plastik ke luar negeri, sampai masuk ke pribadi anak tiri dan keluarga. Ini bukan lagi masalah kritikan pekerjaan atau flexing, tapi sudah ranah pribadi,” ujar Rizky Amalia, Jumat (24/7/2026).

​Ia menceritakan bahwa sebelum menempuh jalur hukum, dirinya sempat menginisiasi pertemuan langsung (tabayun) dengan Babe Aldo di Banjarmasin untuk meminta konten yang menyerang keluarganya di-take down.

Pertemuan tersebut juga membahas unggahan foto orang lain yang disebarkan dengan klaim sebagai dirinya saat membesuk keluarga di Lapas Karang Intan. Sayangnya, upaya komunikasi tersebut tidak membuahkan kesepakatan damai.

Menurutnya, pihak Babe Aldo tidak bersedia menghapus (take down) unggahan tersebut dan justru tetap melanjutkan postingan yang menyudutkannya di media sosial.

​Rizky Amalia secara terbuka mengakui sempat merasa kecewa dan pesimis terhadap lambatnya proses hukum di awal penanganan perkara.

Baca Juga :   MEMBENTUK MPA Pemkab Balangan dan Kementerian LH

Selama proses penyidikan berjalan, ia mengaku terus merasa terzalimi karena unggahan mengenai keluarganya masih berlanjut.

​Akibat rasa frustrasi tersebut, ia bahkan sempat melaporkan penyidik ke Propam dan mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

​”Ulun awalnya sangat kecewa dengan Polda Kalsel kenapa tidak langsung menahan, sampai ulun melapor ke Propam dan LPSK.

Namun alhamdulillah, akhirnya Polda Kalsel menunjukkan profesionalisme dan ketegasannya hingga Babe Aldo ditangkap dan ditahan. Sekarang ulun merasa aman,” tegasnya.​

​Menepis tuduhan bahwa laporan ini ditunggangi kepentingan politik atau pihak tertentu, Rizky Amalia menegaskan bahwa posisinya murni sebagai warga negara yang mencari keadilan dan perlindungan hukum dari tindakan perundungan (cyberbullying) serta pencemaran nama baik.

​Ia berharap proses hukum yang kini ditangani Polda Kalsel dapat berjalan tuntas hingga ke persidangan guna memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta
IKA UNAIR Kalsel, “Podcast” Bersama Kajati dalam Rangkaian “Tour Office”
KABID HUMAS : Penahanan Babeh Aldo Guna Proses Penyidikan, Begini Reaksi Tim Kuasa Hukum Tersangka
LAKA LANTAS, Motor-Gerobak Pedagang Makanan Ditabrak Mobil
NASIB KRITIKAN Babeh Aldo Berujung Ditahan Penyidik Polda Kalsel
FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM
HELIKOPTER Water Bombing Dioptimalkan Tangani Karhutla
KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:34

BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:23

KABID HUMAS : Penahanan Babeh Aldo Guna Proses Penyidikan, Begini Reaksi Tim Kuasa Hukum Tersangka

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:10

LAKA LANTAS, Motor-Gerobak Pedagang Makanan Ditabrak Mobil

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:33

NASIB KRITIKAN Babeh Aldo Berujung Ditahan Penyidik Polda Kalsel

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17

HELIKOPTER Water Bombing Dioptimalkan Tangani Karhutla

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:04

TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20

PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kanan) memberikan keterangan kepada pers usai rapat koordinasi membahas peraturan presiden (Perpres) terkait ojek daring (ojol) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Foto: Antara/Fath Putra M)

Nasional

PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Kamis, 23 Jul 2026 - 23:03

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kanan) menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Foto: Antara/Fath Putra M)

Nasional

NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:56

Petugas kepolisian mengecek barang bukti yang ditampilkan saat konferensi pers kasus judi online jaringan internasional, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Antara/Fauzan/kye)

Bisnis

PERPUTARAN Dana Judol Rp40,3 T pada Triwulan I-2026

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:24

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca