ORGANISASI Lintas Agama Deklarasi Pemilu Damai: ‘Jangan Sampai Chaos’

- Penulis

Selasa, 6 Februari 2024 - 00:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Kiri-Kanan) Pimpinan Spiritual Nusantara Sri Eko Sriyanto Galgendu, Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Engkus Ruswana, Ketum Matakin Xueshi Budi Tanuwibowo, Ketum Permabudhi Philip K Wijaya, Ketum PDHI Wisnu Bawa Tenaya, Keuskupan Agung Jakarta Romo Kardinal Ignatius Suharyo, Ketum PGI Gomar Gulton, dan Waketum MUI Marsudi Syuhud bergandengan tangan usai membacakan Seruan Indonesia Damai untuk Pemilu 2024 di Jakarta, Senin (5/2/2024). [detikcom]

(Kiri-Kanan) Pimpinan Spiritual Nusantara Sri Eko Sriyanto Galgendu, Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Engkus Ruswana, Ketum Matakin Xueshi Budi Tanuwibowo, Ketum Permabudhi Philip K Wijaya, Ketum PDHI Wisnu Bawa Tenaya, Keuskupan Agung Jakarta Romo Kardinal Ignatius Suharyo, Ketum PGI Gomar Gulton, dan Waketum MUI Marsudi Syuhud bergandengan tangan usai membacakan Seruan Indonesia Damai untuk Pemilu 2024 di Jakarta, Senin (5/2/2024). [detikcom]

SuarIndonesia — Sejumlah organisasi lintas agama dan kepercayaan yang tergabung dalam ‘Forum Peduli Indonesia Damai’ deklarasi bersama untuk mendorong Pemilu berjalan damai, sesuai prinsip jujur, adil, serta bermartabat.

Forum tersebut menilai situasi saat ini rawan kepercayaan. Oleh sebab itu mereka berpendapat peran, kontrol, dan pengawasan ketat menyeluruh dari semua pihak diperlukan.

Salah satu perwakilan forum dari Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud menyebut salah satu tujuan deklarasi ini untuk mengingatkan agar tidak ada pihak yang membawa pemilu menjadi kacau atau chaos.

“Jadi kalau nanti chaos, TNI polri nanti gimana? Di sini lah kita sesungguhnya berdiri untuk berpartisipasi itu. Menyadarkan masyarakat,” kata Marsudi yang juga menjabat sebagai waketum MUI itu, Jakarta, Senin (5/2/2024).

“Kalau masyarakatnya dibawa untuk chaos, tidak mau, karena bangsanya ini jangan sampai terpecah belah, saya yakin ini akan terpotong, dan akan bisa sadar bersama-sama,” lanjutnya.

Forum mengingatkan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan baik. Marsudi menyebut siap orang berhak menentukan pilihannya sendiri dalam Pemilu 2024.

Forum juga menyerukan agar masyarakat mengabaikan segala ancaman untuk memilih paslon tertentu.

“Menentukan pilihan dengan jiwa bebas merdeka sesuai suara hati nurani sendiri. Abaikan semua rayuan, bujukan, bisikan, ajakan, tekanan, dan atau ancaman,” ujarnya kutip SuarIndonesia dari CNNIndonesia.

Marsudi menyebut forum mengingatkan bahwa Pemilu itu penting. Namun, jangan sampai membuat perpecahan dan permusuhan karena berbeda pilihan.

Baca Juga :   BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027

“Maka gunakan hak kita dengan sebaik-baiknya secara merdeka tapa perlu memusuhi mereka yang berbeda pilihan,” ujarnya.

Romo Kardinal Ignatius Suhary yang juga perwakilan forum dari Keuskupan Agung Jakarta para tokoh agama bersikap netral. Ignatius menyebut para tokoh agama tidak akan terbujuk dengan ajakan yang tidak rasional.

“Kami, katakanlah para pemimpin, komunitas agama itu tidak berpihak. Kami berdiri pada di tataran moral. Maka yang kami serukan adalah persatuan. Seperti apapun keadaannya,” kata Ignatius.

Selain Ignatius dan Marsudi, deklarasi itu dihadiri juga oleh Pdt Gomar Gultom (Ketum PGI), Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (Ketum PHDI), Philip K. Wijaya (Ketum Permabudhi), Xueshi Budi Tanuwibowo (Ketum Matakin), Engkus Ruswana (Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia) dan Sri Eko Sriyanto Galgendu (Pimpinan Spiritual Nusantara). [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan
RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca