SuarIndonesia — Lahan bekas kebakaran di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, dialihkan untuk ditanami padi gogo oleh masyarakat. Diharapkan lahan ini mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus sumber ketahanan pangan warga setempat.
Bersama ratusan masyarakat Desa Penopa dan sekitarnya, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut serta dalam kegiatan menugal padi gogo di lahan eks kebakaran pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi gambaran upaya mengubah lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sumber penghidupan baru bagi warga.
Rizky mengatakan, lahan yang digunakan untuk kegiatan menugal itu merupakan bekas konsesi PT Grace Putri Perdana, yang izinnya telah dicabut pemerintah pusat setelah dikaitkan dengan persoalan karhutla.
“Lahan eks kebakaran ini kita manfaatkan untuk bertanam padi gogo bersama ratusan masyarakat Desa Penopa dan desa-desa sekitarnya. Lahan ini sejatinya merupakan lahan eks PT Grace Putri Perdana yang izin konsesinya telah dicabut Pak Presiden Prabowo karena masalah karhutla,” ujar Rizky dilansir detikKalimantan, Minggu (25/10/2026).
Bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut bukan sekadar menanam benih di atas tanah. Ada harapan yang ingin ditumbuhkan bersama masyarakat, yakni meningkatkan perekonomian daerah
“Padi gogo dipilih sebagai komoditas yang ditanam di lahan tersebut. Berbeda dengan padi sawah yang umumnya membutuhkan genangan air dan pengelolaan lahan beririgasi, padi gogo dibudidayakan di lahan kering dengan mengandalkan kondisi tanah dan curah hujan yang sesuai,” katanya.
Karena itu, pengembangan padi gogo dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengoptimalkan lahan yang memenuhi persyaratan budidaya. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kesesuaian lahan, ketersediaan air, kualitas tanah, teknik penanaman, serta pemeliharaan tanaman hingga masa panen.
Keterlibatan ratusan masyarakat dalam kegiatan menugal juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Warga tidak hanya menjadi penonton dalam pemanfaatan lahan, tetapi turut terlibat langsung dalam proses penanaman yang diharapkan menghasilkan sesuatu bagi kehidupan mereka.
Rizky berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lamandau. Ia menegaskan, hasil dari penanaman padi gogo tersebut nantinya diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.
“Selain mengoptimalkan pemanfaatan lahan, menugal padi ini kita harapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lamandau. Nanti hasilnya pun akan dinikmati masyarakat setempat,” katanya.
Meski demikian, perjalanan dari menanam hingga memanen tidak selalu mudah. Petani perlu menghadapi perubahan cuaca, menjaga tanaman dari gangguan hama, serta memastikan pemeliharaan berlangsung secara konsisten.
“Di sisi lain, pemanfaatan lahan bekas kebakaran juga memerlukan perhatian terhadap kondisi ekologis kawasan. Tidak semua lahan yang pernah terbakar otomatis layak dijadikan lahan pertanian. Kondisi tanah, tingkat kerusakan, potensi pemulihan vegetasi, serta status dan fungsi kawasan perlu menjadi pertimbangan sebelum kegiatan budidaya dikembangkan lebih jauh,” katanya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















