WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

- Penulis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut serta dalam kegiatan menugal padi gogo di lahan eks kebakaran. (Foto: Istimewa)

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut serta dalam kegiatan menugal padi gogo di lahan eks kebakaran. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Lahan bekas kebakaran di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, dialihkan untuk ditanami padi gogo oleh masyarakat. Diharapkan lahan ini mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus sumber ketahanan pangan warga setempat.

Bersama ratusan masyarakat Desa Penopa dan sekitarnya, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut serta dalam kegiatan menugal padi gogo di lahan eks kebakaran pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi gambaran upaya mengubah lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sumber penghidupan baru bagi warga.

Rizky mengatakan, lahan yang digunakan untuk kegiatan menugal itu merupakan bekas konsesi PT Grace Putri Perdana, yang izinnya telah dicabut pemerintah pusat setelah dikaitkan dengan persoalan karhutla.

“Lahan eks kebakaran ini kita manfaatkan untuk bertanam padi gogo bersama ratusan masyarakat Desa Penopa dan desa-desa sekitarnya. Lahan ini sejatinya merupakan lahan eks PT Grace Putri Perdana yang izin konsesinya telah dicabut Pak Presiden Prabowo karena masalah karhutla,” ujar Rizky dilansir detikKalimantan, Minggu (25/10/2026).

Bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut bukan sekadar menanam benih di atas tanah. Ada harapan yang ingin ditumbuhkan bersama masyarakat, yakni meningkatkan perekonomian daerah

“Padi gogo dipilih sebagai komoditas yang ditanam di lahan tersebut. Berbeda dengan padi sawah yang umumnya membutuhkan genangan air dan pengelolaan lahan beririgasi, padi gogo dibudidayakan di lahan kering dengan mengandalkan kondisi tanah dan curah hujan yang sesuai,” katanya.

Karena itu, pengembangan padi gogo dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengoptimalkan lahan yang memenuhi persyaratan budidaya. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kesesuaian lahan, ketersediaan air, kualitas tanah, teknik penanaman, serta pemeliharaan tanaman hingga masa panen.

Baca Juga :   IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Keterlibatan ratusan masyarakat dalam kegiatan menugal juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Warga tidak hanya menjadi penonton dalam pemanfaatan lahan, tetapi turut terlibat langsung dalam proses penanaman yang diharapkan menghasilkan sesuatu bagi kehidupan mereka.

Rizky berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lamandau. Ia menegaskan, hasil dari penanaman padi gogo tersebut nantinya diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.

“Selain mengoptimalkan pemanfaatan lahan, menugal padi ini kita harapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lamandau. Nanti hasilnya pun akan dinikmati masyarakat setempat,” katanya.

Meski demikian, perjalanan dari menanam hingga memanen tidak selalu mudah. Petani perlu menghadapi perubahan cuaca, menjaga tanaman dari gangguan hama, serta memastikan pemeliharaan berlangsung secara konsisten.

“Di sisi lain, pemanfaatan lahan bekas kebakaran juga memerlukan perhatian terhadap kondisi ekologis kawasan. Tidak semua lahan yang pernah terbakar otomatis layak dijadikan lahan pertanian. Kondisi tanah, tingkat kerusakan, potensi pemulihan vegetasi, serta status dan fungsi kawasan perlu menjadi pertimbangan sebelum kegiatan budidaya dikembangkan lebih jauh,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan
VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas
PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027
PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla
TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan
DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng
KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan
WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca