OMBUDSMAN Kalsel Ingatkan Panitia Masif Sosialisasikan PPDB

- Penulis

Jumat, 7 Juni 2024 - 22:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Hadi Rahman di Banjarmasin, beberapa waktu lalu. [ANTARA/HO-Ombudsman Kalsel]

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Hadi Rahman di Banjarmasin, beberapa waktu lalu. [ANTARA/HO-Ombudsman Kalsel]

SuarIndonesia — Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Hadi Rahman mengingatkan panitia penyelenggara dan sekolah harus masif menyosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) karena calon peserta didik hanya diperkenankan daftar pada satu jalur.

“Terutama mempertimbangkan untuk mendaftar di jalur PPDB yang mana, mengingat calon peserta didik (CPD) hanya diperkenankan untuk mendaftar pada satu jalur saja,” kata Hadi dikonfirmasi di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, Jumat (7/6/2024).

Hadi menegaskan pengelola sekolah pun harus menjalankan PPDB sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permedikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Hadi mengungkapkan jalur PPDB memiliki kuota pada setiap tingkatan sekolah, seperti jalur zonasi tingkat SD minimal 70 persen, SMP (50 persen), dan SMA (50 persen), jalur afirmasi (15 persen), jalur perpindahan maksimal (lima persen).

Berdasarkan temuan PPDB 2023, Hadi menuturkan penyelenggara PPDB perlu melakukan beberapa hal, yakni pertama memverifikasi dokumen dan faktual di lapangan sebagai syarat PPDB.

“Ini antara lain untuk mencegah terjadi rekayasa kartu keluarga (KK) agar dapat masuk melalui jalur zonasi yang berdampak pada tidak lolosnya calon peserta didik yang berdomisili dari awal memang dekat dengan sekolah,” tutur Hadi dikutip dari AntaraNews.

Hadi mengungkapkan oknum tersebut biasa menjalankan modus memindahkan domisili calon peserta didik (CPD) pada data administrasi kependudukan KK sebelum pelaksanaan PPDB dengan memisahkan CPD dari KK orang tua dan dimasukkan ke KK orang lain yang rumahnya dekat dengan sekolah favorit yang hendak dituju dengan status keluarga lain pada KK.

Baca Juga :   DISHUT Kalsel Tambah Sarana Penanganan Karhutla di Tahura Sultan Adam

Kedua, Ombudsman Kalsel mengimbau agar pihak penyelenggara PPDB menjelaskan dan meyakinkan kepada masyarakat tidak label sekolah favorit atau seluruh sekolah memiliki kualitas dan kurikulum yang sama.

“Selain itu, pelaksanaan PPDB oleh satuan pendidikan negeri di bawah Kemendikbudristek dan Kementerian Agama, tidak boleh melakukan pungutan kepada CPD yang dikaitkan dengan kelulusan pada PPDB. Apabila masyarakat menemukan indikasi adanya pelanggaran PPDB, silakan sampaikan kepada kami dan identitas pelapor dapat dirahasiakan,” tegas Hadi.

Hadi menginformasikan masyarakat dapat menyampaikan pengaduan indikasi pelanggaran PPDB melalui nomor telepon atau “WhatsApp”: 08111653737, email: kalsel@ombudsman.go.id, atau datang langsung ke Kantor Perwakilan Ombudsman RI Kalsel di Jalan Letjen S. Parman Nomor 57 Banjarmasin. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca