JANUARI 2026, DiWajibkan Gim Cantumkan Klasifikasi Usia

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 23:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Badung, Bali pada Jumat (10/10/2025). (ANTARA/Farhan A Nugraha)

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Badung, Bali pada Jumat (10/10/2025). (ANTARA/Farhan A Nugraha)

SuarIndonesia — Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan mulai Januari 2026 pemerintah mewajibkan gim yang terbit di Indonesia mencantumkan label klasifikasi usia guna melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai dengan umurnya.

“Jadi nanti akan kita umumkan, mulai Januari tahun depan semua gim harus di-rating (diklasifikasi) berdasarkan usianya masing-masing. Nanti dari setiap gim yang ada di Indonesia itu wajib mencantumkan klasifikasinya, diperuntukkan untuk usia berapa,” kata Edwin saat ditemui di Badung, Bali, Jumat (10/10/2025).

Dia menambahkan, klasifikasi berdasarkan konten dan kelompok usia pada gim diatur dalam Indonesia Game Rating System (IGRS) yang bakal diumumkan besok, Sabtu (11/10/2025), dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX).

Edwin memaparkan, setiap pengembang gim diwajibkan melakukan penilaian untuk menentukan kategori usia gim buatannya. Setelah itu, pemerintah melalui Kemkomdigi akan melakukan pengecekan berkala untuk memastikan klasifikasi usia sesuai dengan konten yang ditampilkan.

Adapun klasifikasi gim berdasarkan kelompok usia akan terdiri atas label 3+, 7+, 13+, 15+, 18+, dan RC.

“Misalnya (gim) 7 tahun ke atas, berarti anak umur 3 tahun atau 4 tahun tidak boleh main. Kalau gim itu ada unsurnya di situ adalah kekerasan, yang tidak cocok untuk anak-anak, dia mencantumkan (label) 18+,” ujarnya.

Apabila ditemukan gim yang tidak sesuai dengan klasifikasinya, Kemkomdigi akan meminta klasifikasi gim tersebut disesuaikan dengan isi kontennya. Namun, apabila terdapat unsur-unsur yang dilarang seperti pornografi atau perjudian, maka Kemkomdigi akan menutup akses gim tersebut.

“Semua gim di semua platform, mau gim yang dibuat ataupun user-generated content selama itu yang memainkan anak-anak Indonesia, diedarkan di Indonesia, wajib mencantumkan (label usia),” tegas Edwin seperti dilansir dari AntaraNews.

Ia menyoroti maraknya anak-anak yang masih bisa mengakses gim tidak sesuai dengan umurnya menggunakan identitas milik orang tua atau kerabat mereka yang lebih tua.

Edwin menyebutkan tidak jarang akun gim yang mencantumkan usia dewasa justru dimainkan oleh anak-anak karena identitas yang digunakan adalah biodata orang tua atau kakaknya.

Untuk itu, Edwin mengimbau orang tua maupun anggota keluarga lainnya untuk memastikan anak-anak tidak mengakses gim yang tidak sesuai dengan usia mereka.

“Saya minta nanti juga sosialisasi orang tua, jaga anak-anak mereka, jaga cucu-cucunya, jangan meminjamkan identitas untuk anak-anak kita yang dalam masa pertumbuhan untuk memainkan gim atau login, ataupun mendaftar ke gim-gim yang dilarang itu anak-anak,” tuturnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan
ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana
WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau
ATURAN Penggunaan B50 Mulai Diterapkan, Apa Efeknya pada Kendaraan?
KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos
ARWANA RED BANJAR ‘Si Mata Juling’ yang Harganya Terjangkau
DUKUNG WFH, Kemkomdigi Kawal Infrastruktur Digital Andal
YOUTUBE Hadirkan Fitur Perlindungan Anak untuk Dukung PP Tunas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18