ATURAN Penggunaan B50 Mulai Diterapkan, Apa Efeknya pada Kendaraan?

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengisi bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke bus di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (Foto: Antara/Abdan Syakura)

Petugas mengisi bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke bus di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (Foto: Antara/Abdan Syakura)

SuarIndonesia — Pemerintah mulai 1 Juli 2026 menerapkan aturan tentang penggunaan bahan bakar biodiesel B50, campuran bahan bakar yang terdiri atas 50 persen bahan bakar nabati jenis biodiesel dan solar 50 persen.

Pakar otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan bahwa penggunaan B50 tidak akan menimbulkan perubahan signifikan pada kendaraan bermesin diesel yang telah menggunakan B40, campuran 40 persen biodiesel berbahan minyak kelapa sawit dengan 60 persen minyak solar.

“Karena Indonesia sudah menerapkan B40 lebih dari setahun, efek pelarut biodiesel B50 dalam membersihkan endapan lama di tangki dan saluran sudah jauh berkurang,” kata peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Peneliti yang berfokus pada riset desain otomotif dan ekosistemnya itu menjelaskan bahwa kendaraan yang telah beradaptasi dengan B40 tidak perlu membersihkan banyak endapan bahan bakar saat beralih ke B50.

Mengenai pengaruh penggunaan biodiesel B50 terhadap lingkungan, Yannes mengatakan, kendaraan yang menggunakan jenis bahan bakar itu emisi gasnya akan lebih rendah.

“Dari sisi emisi, B50 masih lebih baik karena menghasilkan karbon monoksida dan asap yang lebih rendah, tapi, walau tidak signifikan, B50 sedikit lebih boros karena nilai kalornya lebih rendah,” katanya.

“Namun, secara keseluruhan, B50 tidak jauh berbeda performanya dengan B40 bagi kendaraan yang sudah terawat baik,” ia menambahkan.

Yannes mengatakan bahwa pengguna kendaraan diesel tidak perlu melakukan perubahan besar dalam pola pemeliharaan ketika mulai menggunakan B50.

Menurut dia, kendaraan yang telah melalui tahapan penggunaan B30 dan B40 tidak memerlukan pembersihan banyak endapan saat beralih menggunakan B50. Jadi, filter bahan bakar tidak perlu langsung diganti pada awal penggunaan.

Baca Juga :   INDONESIA Hentikan Impor Solar Menyusul mandatori B50

Yannes menyarankan pengguna kendaraan diesel menerapkan rekomendasi penggantian filter berkala dari pabrikan. Tapi, kalau kendaraan sudah tua, penggantian filter perlu lebih sering dilakukan.

Ia juga merekomendasikan pemilik kendaraan diesel untuk memeriksa kondisi seal dan komponen berbahan karet secara berkala, karena biodiesel B50 memiliki sifat yang sedikit lebih agresif.

Di samping itu, Yannes mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangki bahan bakar kendaraan, menghindari penyimpanan B50 dalam waktu terlalu lama, serta secara berkala memanfaatkan layanan servis dari bengkel yang memahami penggunaan biodiesel.

“Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal,” kata Yannes, melansir dari Antara.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia sebelumnya menyatakan bahwa aturan penggunaan B50 sudah siap dilaksanakan di semua sektor.

Uji coba penggunaan bahan bakar B50 telah dilakukan pada berbagai jenis kendaraan dan peralatan, termasuk kapal, kereta api, kendaraan tambang, alat berat, dan alat pertanian. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos
ARWANA RED BANJAR ‘Si Mata Juling’ yang Harganya Terjangkau
DUKUNG WFH, Kemkomdigi Kawal Infrastruktur Digital Andal
YOUTUBE Hadirkan Fitur Perlindungan Anak untuk Dukung PP Tunas
WASPADA KLB Campak, IDAI Serukan Imunisasi dan Tindakan Pencegahan
KELEBIHAN Karbohidrat saat Sahur Bisa Bikin Tubuh Cepat Merasa Lapar
8.000 Akun Canva bagi Talenta Kreatif dan UMKM
INDONESIA Negara Pertama Blokir AI Grok

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:09

KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:54

PADAM BERGILIR Sampai Akhir September, Begini Pernyataan GM PT PLN UID Kalselteng

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:35

ROSEHAN “Semprot” PLN, Desak Kepastian Akhir Pemadaman Bergilir

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:26

MENGAPA Gerakan Dayak Harus Bersatu

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:28

POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:28

HARAPAN untuk Empat Calon Rektor ULM, Mampu Melampaui Peran sebagai Administrator Kampus dan Menjadi Pemimpin Transformasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:38

JEMBATAN Pulau Laut dan Mekar Putih Gerbang Logistik Kalimantan

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:32

PEMBANGUNAN Stadion Taraf Internasional Penggerak Ekonomi

Berita Terbaru

(Foto Ilustrasi AI Gemini)

Hukum

KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma

Kamis, 2 Jul 2026 - 23:13

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca