FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Aloysius Donanto HW saat memberikan sambutan di acara Festival Kuliner Banua di Banjarmasin, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-Humas Bank Indonesia)

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Aloysius Donanto HW saat memberikan sambutan di acara Festival Kuliner Banua di Banjarmasin, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-Humas Bank Indonesia)

SuarIndonesia — Festival Kuliner Banua melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 memberikan dampak positif bagi UMKM mengingat lebih dari 5.000 transaksi pembayaran digital dengan nilai penjualan mencapai Rp200 juta selama tiga hari, menandai meningkatnya adopsi transaksi nontunai di Kalimantan Selatan.

Festival yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan di Halaman Parkir Kantor Perwakilan BI Kalsel itu menghadirkan 15 pelaku UMKM kuliner unggulan hasil kurasi dari 131 kandidat se-Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor kuliner sekaligus mendorong digitalisasi transaksi masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Aloysius Donanto HW di Banjarmasin, Rabu (22/7/2026), mengatakan Festival Kuliner Banua dirancang untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM sekaligus mempercepat pemanfaatan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat.

“Festival Kuliner Banua kami hadirkan agar semakin banyak masyarakat mengenal, mencicipi, dan mencintai kuliner khas Banua, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk naik kelas dan memperluas pasarnya,” ujar Aloysius.

Capaian transaksi QRIS tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran digital. Selama festival berlangsung, hampir 2.000 pengunjung memadati lokasi kegiatan untuk menikmati aneka kuliner khas Banua sekaligus bertransaksi secara nontunai.

Selain mendorong transaksi ekonomi, festival juga memperkuat literasi keuangan masyarakat. Lebih dari 500 orang mengikuti edukasi keuangan digital, sementara lebih dari 50 pengunjung memanfaatkan layanan konsultasi pelindungan konsumen dan pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia juga mengatakan, semangat berbagi masyarakat juga tercermin melalui penghimpunan wakaf digital yang mencapai lebih dari Rp27,4 juta.

Dana tersebut, ucapnya, dimanfaatkan untuk mendukung dapur produksi daging olahan bagi pondok pesantren, pembangunan kandang ayam untuk pemberdayaan masyarakat, serta dana abadi pendidikan.

Baca Juga :   KALIMANTAN Butuh Perluasan Transportasi untuk Buka Konektivitas

Aloysius menilai kolaborasi antara UMKM, komunitas, pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting di balik capaian festival.

“Ketika UMKM, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, sebuah kegiatan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan mendekatkan masyarakat pada layanan keuangan digital yang aman dan andal,” tutur Aloysius dilansir dari Antara.

Festival juga diramaikan berbagai kegiatan, mulai dari bazaar UMKM kuliner, Banua Culinary Competition, Banua Brewing Battle, lomba tebak aroma rempah dan masakan Banjar, hingga booth edukasi QRIS, Pelindungan Konsumen, cinta bangga paham rupiah, dan layanan cek SLIK OJK.

Keberagaman kuliner khas daerah menjadi daya tarik tersendiri, di antaranya gembur labu juai dari Balangan serta paiwakan banua dari Hulu Sungai Tengah yang menghadirkan apam khas Barabai. Kehadiran produk dari berbagai daerah memperkuat promosi kuliner lokal sebagai bagian dari potensi ekonomi dan pariwisata Kalimantan Selatan.

Selain itu, Aloysius berharap capaian lebih dari 5.000 transaksi QRIS dan omzet UMKM sebesar Rp200 juta menjadi pijakan untuk memperluas penggunaan pembayaran digital sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha kuliner di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap semakin banyak UMKM kuliner banua yang naik kelas dan masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari sehingga ekonomi daerah tumbuh lebih inklusif,” katanya menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel
KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari
BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
AKSI MEMANAS, Pagar Rumah Banjar Roboh
KARHUTLA Dua Titik Lokasi Rawan di Banjarbaru, Kapolda Kalsel Langsung Turun
KAWANAN BEKANTAN Keluar dari Habitatnya Menuju Area Dekat Jalan Raya A Yani Km 17 Gambut
1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:19

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:56

PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29

DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Nasional

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:19

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Petugas saat menggiring Kepala BKSDA Kalsel berinisial AGK bersama dua orang lain menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Banjarbaru, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara)

Headline

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca