ARWANA RED BANJAR ‘Si Mata Juling’ yang Harganya Terjangkau

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 23:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Scleropages formosus. (Foto: Istimewa)

Scleropages formosus. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Ketika mendengar kata arwana, yang terlintas dalam pikiran biasanya harga yang fantastis. Namun di perairan Kalimantan Selatan ada satu jenis arwana yang begitu menarik, bahkan sering jadi versi terjangkau bagi pemula, yaitu Arwana Red Banjar.

Ikan ini merupakan salah satu varian dari Scleropages formosus yang hidup di perairan tropis Asia Tenggara, khususnya di Kalimantan. Meski disebut red, warna ikan ini justru punya transformasi unik, dari warna hijau yang perlahan berubah kemerahan seiring dengan pertumbuhannya.

Selain cantik, Arwana Red Banjar juga punya beberapa fakta menarik yang jarang diketahui. Yuk kita bahas satu per satu.

Hidup Bersembunyi di Akar Pohon
Di alam liar, Arwana Red Banjar bukan tipe ikan yang suka tampil mencolok dan bisa detikers amati langsung dari permukaan. Mereka justru lebih sering bersembunyi di antara akar-akar pohon, batang kayu, atau vegetasi lebat di dasar sungai dan rawa.

Habitat alaminya banyak ditemukan di wilayah seperti Sungai Kapuas dan Sungai Barito yang terkenal tenang dengan ekosistem hutan rawa. Walaupun terlihat tenang, ikan ini sebenarnya predator yang sangat lihai.

Arwana Red Banjar memiliki mulut yang cenderung menghadap ke atas, sehingga ikan ini bisa melompat keluar air untuk menangkap mangsa seperti serangga atau ikan kecil di permukaan. Gerakannya cepat dan tepat, maka dari itu menjadi predator puncak di habitatnya.

Warna Merah Pembawa Keberuntungan
Salah satu alasan arwana begitu banyak peminatnya adalah kepercayaan bahwa warna merahnya membawa keberuntungan, terutama di wilayah Asia. Walaupun Arwana Red Banjar tidak langsung terlahir berwarna merah terang seperti jenis super red, hewan ini masih laris manis dan justru menjadi daya tarik tersendiri.

Penjelasan dari buku Arwana Super Red & Golden Red, saat masih kecil warna ikan ini cenderung hijau keperakan. Tapi semakin besar, warnanya akan berubah menjadi oranye kemerahan. Proses perubahan warna inilah yang membuat banyak orang tertarik memeliharanya dari kecil.

Secara morfologi, tubuhnya memanjang dengan sisik besar yang rapi seperti mosaik. Sirip punggung dan anal berada di bagian belakang tubuh, sementara sirip lainnya relatif kecil.

Mata Juling, Pipi Putih
Jika diperhatikan lebih detail, Arwana Red Banjar punya ciri khas yang cukup unik dan bisa jadi pembeda dari jenis lain. Beberapa di antaranya:

Baca Juga :   DUKUNG WFH, Kemkomdigi Kawal Infrastruktur Digital Andal

– Mata sedikit terlihat juling
– Pipi berwarna putih
– Bibir tidak berwarna merah
– Punggung cenderung putih kehijauan

Ciri-ciri ini penting buat pemula yang sering tertipu saat membeli ikan. Banyak kasus di mana Red Banjar dijual sebagai arwana super red dengan harga jauh lebih mahal.

Padahal, perbedaannya cukup jelas. Arwana super red biasanya punya warna merah pekat seperti ruby, bahkan hingga ke bagian bibir dan punggungnya.

Harga Terjangkau
Dibandingkan jenis lain, Arwana Red Banjar dikenal lebih bersahabat dari segi harga. Ini yang membuatnya jadi pilihan favorit bagi pengoleksi ikan hias pemula.

Kisaran harga umumnya untuk ukuran < 15 cm adalah sekitar Tp 500 ribuan, sementara ukuran lebih besar (sekitar 20 cm) mencapai jutaan Rupiah.

Harganya yang murah tidak berarti kualitasnya rendah. Justru jika dirawat dengan baik, tampilannya bisa sangat cantik dan tidak kalah menarik dari jenis arwana mahal lainnya.

Tapi  harus tetap hati-hati, karena banyak oknum penjual yang memanfaatkan kemiripan ikan ini dengan super red untuk menaikkan harga.

Spesies Rentan menurut IUCN
Di balik keindahannya, Arwana Red Banjar termasuk ikan yang populasinya terancam di alam liar. Spesies Scleropages formosus masuk dalam kategori rentan menurut International Union for Conservation of Nature.

Ancaman utamanya meliputi:

– Penangkapan berlebihan
– Perdagangan ilegal
– Kerusakan habitat, seperti deforestasi dan pencemaran air

Bahkan dalam beberapa kasus, banyak nelayan yang menangkap ikan ini dengan ekstrem, seperti menggunakan listrik atau bahan peledak untuk mengambil anakan dari induknya, seperti yang dijelaskan oleh Green Network Asia.

Arwana Red Banjar memang bukan yang paling mahal dan juga yang paling merah, tapi justru di situlah keunikannya. Kebiasaannya bersembunyi di akar pohon, perubahan warna yang berangsur-angsur, hingga ciri fisik khas seperti mata juling dan pipi putih, inilah yang menjadikan ikan ini punya karakter tersendiri.

Tetapi di balik itu semua, penting untuk diingat bahwa ikan ini adalah bagian dari ekosistem alam yang perlu dijaga. Jadi kalau mau memelihara, pastikan berasal dari budidaya yang legal, ya. (*/ut/detikKalimantan)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUKUNG WFH, Kemkomdigi Kawal Infrastruktur Digital Andal
YOUTUBE Hadirkan Fitur Perlindungan Anak untuk Dukung PP Tunas
KAPOLRI “Zoom” dengan Kapolda Bersama Forkopimda Kalsel, Pastikan Idulfitri 2026 Aman dan Kondusif
WASPADA KLB Campak, IDAI Serukan Imunisasi dan Tindakan Pencegahan
KELEBIHAN Karbohidrat saat Sahur Bisa Bikin Tubuh Cepat Merasa Lapar
8.000 Akun Canva bagi Talenta Kreatif dan UMKM
INDONESIA Negara Pertama Blokir AI Grok
JAKSA AGUNG Tujuk Budi Triono sebagai Kajari HSU, Puluhan Lainnya Dimutasi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:49

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:11

SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:32

DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terbaru

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca