GURU Paksa Siswa Tampar Murid Muslim

- Penulis

Senin, 28 Agustus 2023 - 19:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Siswi muslim di India. (AP Photo)

Ilustrasi. Siswi muslim di India. (AP Photo)

SuarIndonesia — Sebuah video viral di media sosial usai menunjukkan guru di distrik Muzaffarnagar, negara bagian Uttar Pradesh, India, memaksa seluruh siswa di kelasnya menampar seorang murid muslim.

Diberitakan CNN, seorang guru perempuan tampak duduk dan memerintahkan para siswa menampar teman sekelasnya yang beragama Islam.

Bocah laki-laki berusia 7 tahun itu tampak ketakutan berdiri di depan teman-temannya kala sang guru memanggil sejumlah siswa untuk memukulinya.

Dia menangis selama teman-teman sekelasnya bergiliran menamparnya. Bersamaan dengan itu, sang guru mendesak para murid memukuli anak tersebut “dengan benar” yang disambut tawa seorang pria.

Video ini lantas menyulut amarah di seluruh India. Polisi distrik Muzaffarnagar langsung menggelar penyelidikan guna mengusut kekerasan tersebut.

Menurut inspektur polisi Muzaffarnagar, Satyanarayan Prajapat, guru itu meminta para murid memukul sang siswa lantaran tak bisa “mengingat jadwal pelajaran.”

“Guru perempuan itu menyatakan: ‘Ketika ibu-ibu siswa Muslim tidak memperhatikan studi anak-anak mereka, kinerja mereka hancur’,” ucap Prajapat.

Menurut News-18, guru tersebut mengklaim bahwa ayah sang bocah yang memintanya menghukum anak itu. Ia juga mengaku tak bisa menghukumnya sendiri karena ia cacat sehingga meminta anak-anak lain untuk mendisiplinkannya.

“Ayahnya membawa anak itu masuk dan berkata untuk mendisiplinkannya. Sekarang karena saya tidak bisa berdiri, saya pun meminta satu atau dua anak untuk memukulnya,” ujar dia.

Sejauh ini, guru itu belum didakwa secara resmi. Sementara itu, sekolah tersebut saat ini telah diminta untuk ditutup, seperti dikutip CNNIndonesia dari News-18, Senin (28/8/2023).

Baca Juga :   RUMAH Pengedar Sabu Digerebek Polisi

Politisi oposisi terkemuka, Rahul Gandhi, mengecam keras aksi semena-mena tersebut. Ia menuding guru yang bersangkutan berusaha melakukan “diskriminasi di benak-benar anak-anak yang tidak bersalah.”

“Mengubah tempat suci seperti sekolah menjadi lokasi pusaran kebencian. Ini merupakan hal terburuk yang dilakukan seorang tenaga pendidik untuk negara,” ucapnya di media sosial X.

Gandhi juga menyalahkan Bharatiya Janata Party’s (BJP) sebagai partai berkuasa di negara itu yang selama ini telah meningkatkan ketegangan komunal di negara tersebut.
“Ini adalah minyak tanah yang sama yang dituangkan oleh BJP yang telah membakar sudut India,” tulis Gandhi.

“Anak-anak adalah masa depan India. Jangan membenci mereka, kita semua harus mengajarkan cinta bersama.”

BJP hingga kini belum memberikan tanggapan soal tudingan Gandhi. Meski begitu, partai itu sejak lama mengklaim tidak mendiskriminasi minoritas dan “memperlakukan semua warganya dengan setara.”

Insiden ini sendiri terjadi di tengah ketegangan komunal meningkat di India beberapa waktu terakhir.

Studi yang dilakukan ekonom Deepankar Basu mencatat kejahatan rasial terhadap minoritas di India meningkat 786 persen antara 2014 sampai 2018, terutama setelah kemenangan BJP.

Uttar Pradesh selama ini juga dikenal sebagai negara bagian paling terpolarisasi di India. Negara yang memiliki 20 persen penduduk Muslim ini punya menteri yang sangat anti-Muslim, yakni Yogi Adityanath. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

NYARIS TAWURAN, Polisi Amankan Delapan Remaja dan Sejumlah Sajam
PELATIH SILAT di Banjarmasin Diduga “Seks Menyimpang” Terhadap Muridnya Dibawah Umur
TUAN GURU APRESIASI Pengungkapan Pembunuhan Terhadap Ustazah, Meski Tinggalkan Kesedihan Mendalam
TERUNGKAP MOTIF Pembunuhan Seorang Ustazah di Banjarbaru
DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi
SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara
DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer
22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:49

SEORANG BURUH di Banjarmasin Ancamkan Pisau dan Cabuli Anak Tiri, Berakhir Dicokok Polisi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:36

KEMENDAGRI: DESLab untuk Edukasi Pemilu Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30

ROBI HERBAWAN Ditunjuk Menjadi Kabais TNI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20

KEMENHAJ Larang JCH Tur Kota sebelum Puncak Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:54

UU IMIGRASI Disosialisasikan Anggota DPR RI Pangeran Khairul Saleh pada Masyarakat Banua Lawas Tabalong

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:48

JCH Diminta Manfaatkan Aplikasi Kawal Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:41

PRESIDEN PRABOWO Ingin Semua Lembaga Direformasi, Termasuk Polri

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:07

REVISI UU Anti-Monopoli untuk Hadapi Dinamika Ekonomi Digital

Berita Terbaru

Tim SAR setelah mengevakuasi empat jasad ABK korban gas beracun di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (7/5/2026). (Foto: Kantor SAR Banjarmasin)

Kalsel

TIM SAR Evakuasi Jasad Empat ABK TB Samudra Jaya 1

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:51

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca