Gaji Guru dan Pegawai Tidak Tetap Akhirnya Cair

Gaji Guru dan Pegawai Tidak Tetap Akhirnya Cair

Suarindonesia – Setelah sempat sebulan tertunda, gaji Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) akhirnya sudah cair.

“Iya kemarin sore masuk ke rekening, Alhamdulillah,” ujar guru honorer di SMKN Darusallam Martapura Jumat (05/10/2018).

Ia mengatakan bahwa gaji dibayarkan langsung untuk dua bulan Agustus dan September. “Alhamdulillah tidak sampai ke tanggal 10, cepat ini cairnya,” ujarnya.

Senada dengan Mira, Novita guru honorer di SMKN 1 Tabalong mengatakan gajinya juga sudah cair untuk dua bulan.

“Sudah dibayarkan dua juta, semoga bulan depan juga di tanggal seperti ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, M Yusuf Effendi mengatakan gaji GTT dan PTT di Kalsel memang sudah dicairkan.

“Sudah cair, memang kita minta sebelum tanggal 10 sudah harus cair gaji mereka,” terangnya.

Pencairan gaji GTT dan PTT sendiri terangnya sudah dialokasikan dari APBD Perubahan Provinsi Kalsel sebanyak Rp24,349 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membayar GTT dan PTT SMA, SMK dan Diksus sebanyak 5.624 orang. Dengan besaran honor Rp1 juta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yusuf Efendi mengungkapkan ihwal pembayaran gaji 5.714 guru honorer di Kalsel mengalami keterlambatan, Kamis (27/9/2018).

Ia mengatakan alasan keterlambatan gaji guru honorer dikarenakan anggaran khusus guru honorer pada APBD murni 2018 sudah habis. Adapun APBD murni untuk membayar gaji guru honor sebesar Rp44.296.000.000.

“Anggaran ini kalau dibagi 5.714, maka hanya bisa membayar sampai bulan Juli atau hanya tujuh bulan, jadi masih ada sisa lima bulan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa guru honorer digaji oleh pemerintah provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp1 juta per bulan. Tambah Yusuf, pada APBD murni untuk gaji guru honorer hanya dianggarkan selama tujuh bulan sedangkan lima bulan selanjutnya akan dianggarkan melalui APBD perubahan yang kini sedang dalam tahap evaluasi dari kementerian dalam negeri dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel.

“Untuk pembayaran gaji guru honorer lima bulan kedepan sebesar Rp24.349.000.000 itu belum bisa digunakan. Jadi diharapkan kepada para guru untuk bisa bersabar,” jelas Yusuf.

Yusuf menuturkan, keterlambatan gaji guru honorer hanya selama satu bulan yakni bulan Agustus karena masa evaluasi dari kementerian dalam negeri hanya satu bulan dan sudah bisa ditetapkan melalui peraturan daerah (Perda). Yusuf meyakini ihwal pembayaran gaji guru honorer akan diserahkan pada awal Oktober 2018 mendatang.

“Kami akan bayar dua bulan sekaligus yakni gaji bulan Agustus dan September,” imbuhnya.

Ia memberitahukan bahwa pembayaran gaji guru honorer bukan dilaksanakan pada awal bulan, melainkan tepat di akhir bulan atau bahkan di pertengahan bulan.

Kedepannya, Ia berharap agar gaji guru honorer bisa dianggarkan secara langsung selama 12 bulan melalui APBD murni 2019 yang akan datang.

“Tahun 2019 kita harapkan bisa dianggarkan selama 12 bulan melalui APBD murni sehingga tidak lagi seperti ini, kasian para guru kalau gajinya sampai terlambat,” pungkas Yusuf. (BY)

 394 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: