Gaji Guru dan Pegawai Tidak Tetap Akhirnya Cair

- Penulis

Jumat, 5 Oktober 2018 - 15:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Setelah sempat sebulan tertunda, gaji Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) akhirnya sudah cair.

“Iya kemarin sore masuk ke rekening, Alhamdulillah,” ujar guru honorer di SMKN Darusallam Martapura Jumat (05/10/2018).

Ia mengatakan bahwa gaji dibayarkan langsung untuk dua bulan Agustus dan September. “Alhamdulillah tidak sampai ke tanggal 10, cepat ini cairnya,” ujarnya.

Senada dengan Mira, Novita guru honorer di SMKN 1 Tabalong mengatakan gajinya juga sudah cair untuk dua bulan.

“Sudah dibayarkan dua juta, semoga bulan depan juga di tanggal seperti ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, M Yusuf Effendi mengatakan gaji GTT dan PTT di Kalsel memang sudah dicairkan.

“Sudah cair, memang kita minta sebelum tanggal 10 sudah harus cair gaji mereka,” terangnya.

Pencairan gaji GTT dan PTT sendiri terangnya sudah dialokasikan dari APBD Perubahan Provinsi Kalsel sebanyak Rp24,349 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membayar GTT dan PTT SMA, SMK dan Diksus sebanyak 5.624 orang. Dengan besaran honor Rp1 juta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yusuf Efendi mengungkapkan ihwal pembayaran gaji 5.714 guru honorer di Kalsel mengalami keterlambatan, Kamis (27/9/2018).

Ia mengatakan alasan keterlambatan gaji guru honorer dikarenakan anggaran khusus guru honorer pada APBD murni 2018 sudah habis. Adapun APBD murni untuk membayar gaji guru honor sebesar Rp44.296.000.000.

“Anggaran ini kalau dibagi 5.714, maka hanya bisa membayar sampai bulan Juli atau hanya tujuh bulan, jadi masih ada sisa lima bulan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa guru honorer digaji oleh pemerintah provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp1 juta per bulan. Tambah Yusuf, pada APBD murni untuk gaji guru honorer hanya dianggarkan selama tujuh bulan sedangkan lima bulan selanjutnya akan dianggarkan melalui APBD perubahan yang kini sedang dalam tahap evaluasi dari kementerian dalam negeri dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel.

Baca Juga :   BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

“Untuk pembayaran gaji guru honorer lima bulan kedepan sebesar Rp24.349.000.000 itu belum bisa digunakan. Jadi diharapkan kepada para guru untuk bisa bersabar,” jelas Yusuf.

Yusuf menuturkan, keterlambatan gaji guru honorer hanya selama satu bulan yakni bulan Agustus karena masa evaluasi dari kementerian dalam negeri hanya satu bulan dan sudah bisa ditetapkan melalui peraturan daerah (Perda). Yusuf meyakini ihwal pembayaran gaji guru honorer akan diserahkan pada awal Oktober 2018 mendatang.

“Kami akan bayar dua bulan sekaligus yakni gaji bulan Agustus dan September,” imbuhnya.

Ia memberitahukan bahwa pembayaran gaji guru honorer bukan dilaksanakan pada awal bulan, melainkan tepat di akhir bulan atau bahkan di pertengahan bulan.

Kedepannya, Ia berharap agar gaji guru honorer bisa dianggarkan secara langsung selama 12 bulan melalui APBD murni 2019 yang akan datang.

“Tahun 2019 kita harapkan bisa dianggarkan selama 12 bulan melalui APBD murni sehingga tidak lagi seperti ini, kasian para guru kalau gajinya sampai terlambat,” pungkas Yusuf. (BY)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18