Suarindonesia – Enam buah ambulance iring-iringan menuju ke ruangan Intalasi Forensik, Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Banjarmasin, Jum’at (5/9/2025) dinihari.
Ambulance membawa korban helikopter yang jatuh di kawasan hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (Kalsel)
Satu-persatu dan ada juga membawa dua jenazah sekaligus.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI, Yudhi Bramantyo, mengatakan tim SAR gabungan menemukan bangkai helikopter di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, kawasan hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe Tanah Bumbu Kalsel, pada Rabu (3/9/2025).
Sebelumnya On Scene Commander (OSC) telah mengerahkan seluruh Search and Rescue Unit (SRU) darat menuju lokasi penemuan untuk memperkuat proses evakuasi.
“Bangkai helikopter ditemukan sore tadi pukul 14.45 WITA, satu korban sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal, sekitar 100 meter dari bangkai heli.
Sedangkan tujuh lagi masih proses pencarian di bangkai helikopter Seluruh unsur SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR tetap bekerja keras di lapangan dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Dia mengatakan bangkai helikopter yang terbakar ditemukan sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Yudhi menegaskan Basarnas berkomitmen untuk melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil dievakuasi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Dr dr M El Yandiko mengatakan delapan jenazah telah diterima lengkap sesuai data awal.
Dan roses identifikasi di Pos DVIc, dalam satu kantong mayat sebutnya terdapat dua jenazah. Saat ini kami telah menerima delapan jenazah sesuai dengan data manifest dan akan dilakukan pemeriksaan fisik di Pos DVI untuk pencocokan data post-mortem dengan data antemortem milik keluarga korban.
Ia menambahkan bahwa identifikasi akan dilakukan secepat mungkin dengan memverifikasi semua data yang dibutuhkan.
“Walaupun data awal sudah ada, kami tetap akan menggali informasi tambahan jika diperlukan untuk proses pencocokan.
Dari informasi sementara, sebagian besar korban adalah WNI, namun ada juga tiga warga negara asing. Data lengkapnya akan segera kami sampaikan setelah proses rekonsiliasi selesai,” ujarnya (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















