BPBD Kalbar Berjibaku atasi Karhutla

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025 - 20:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD Kalbar berjibaku mamadamkan sisa lahan yang terbakar di Desa Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

Petugas BPBD Kalbar berjibaku mamadamkan sisa lahan yang terbakar di Desa Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat bersama sejumlah pihak masih terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, yang hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

“Sampai saat ini tim pemadam gabungan dari unsur BPBD, TNI, Polri, serta relawan masyarakat telah dikerahkan ke lokasi sejak beberapa hari terakhir, namun, sejumlah kendala membuat proses pemadaman belum membuahkan hasil maksimal. Karhutla di Desa Rasau Jaya Umum menjadi salah satu titik terparah saat ini. Api terus menjalar dan sulit dipadamkan karena beberapa faktor lingkungan yang kompleks,” kata Ketua Satuan Tugas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, di Pontianak, Kamis (12/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut yang mendominasi wilayah tersebut menjadi tantangan utama. Lahan gambut memiliki sifat menyimpan bara api di bawah permukaan, sehingga api dapat kembali muncul meskipun tampaknya telah padam di permukaan.

Selain itu, cuaca panas dan kering yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir turut memperparah situasi. Angin kencang juga memicu penyebaran api ke area yang lebih luas, sedangkan vegetasi kering seperti tumbuhan pakis menjadi bahan bakar alami yang sangat mudah terbakar.

“Angin kencang membuat api merambat cepat ke titik-titik baru. Ditambah vegetasi yang sangat kering, situasi menjadi semakin sulit dikendalikan,” ujar Daniel.

BPBD Kalbar mencatat bahwa penyebab pasti dari sumber api belum bisa dipastikan, namun dugaan sementara mengarah pada aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan atau puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Baca Juga :   AKSI Nyata untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Kondisi medan yang sulit dijangkau dan terbatasnya ketersediaan air juga menghambat efektivitas tim di lapangan. “Akses ke lokasi sangat terbatas, dan sumber air tidak tersedia dalam jarak dekat. Ini memperlambat proses pemadaman,” kata Daniel, dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Sebagai respons, BPBD Kalbar bersama instansi terkait mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi, seperti drone pemantau dan sistem informasi geografis, untuk mendeteksi titik api secara lebih akurat dan menentukan jalur evakuasi serta strategi pemadaman.

“Kami juga terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, edukasi pencegahan, serta patroli rutin di kawasan rawan karhutla,” tuturnya menambahkan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun, terutama di musim kemarau. Pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan yang berlaku.

“Penanganan karhutla memerlukan sinergi semua pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran. Kami juga harap dukungan dari pemerintah pusat dalam memperkuat sumber daya dan logistik di lapangan,” katanya.

BPBD Kalbar mencatat bahwa sepanjang 2024 terjadi penurunan signifikan luas lahan terbakar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sejumlah titik api, termasuk di Rasau Jaya Umum, menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih masif di wilayah gambut. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026
FESTIVAL BAKCANG 2026 Singkawang Hadirkan Beragam Tradisi dan Atraksi Budaya
DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
WALHI KALIMANTAN: Ancaman Karhutla di Indonesia Masih Tinggi
KELANGKAAN Solar Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar
SATGAS Perbatasan Gagalkan Penyelundupan 2.253 Butir Telur Penyu

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:49

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:11

SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:32

DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terbaru

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca