AKSI Nyata untuk Mitigasi Perubahan Iklim

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuhan Tim Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Monterado Bengkayang dalam rangkaian peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Selasa (10/9). (Foto: ANTARA/Narwati)

Pengukuhan Tim Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Monterado Bengkayang dalam rangkaian peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Selasa (10/9). (Foto: ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat Sebastianus Darwis menyerukan aksi nyata untuk menekankan pentingnya peran masyarakat dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.

Hal itu disampaikan Bupati dalam pengukuhan Tim Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Monterado Bengkayang, Selasa dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.

“Pengukuhan tim ProKlim Desa Monterado ini merupakan aksi nyata masyarakat yang mampu melaksanakan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Bengkayang telah membangun TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di Desa Monterado dan berharap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk pengelolaan sampah yang lebih baik.

Selain pengelolaan sampah, Bupati juga mendorong masyarakat melakukan pertanian ramah lingkungan, penggunaan pupuk organik, serta menjaga keseimbangan ekosistem melalui penanaman pohon dan pelestarian hutan serta sumber air.

“Mari kita bersahabat dengan alam, wariskan kepada anak cucu kita alam yang bersih dan mata air, bukan air mata,” ujarnya.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan penanaman pohon, aksi bersih sampah, kampanye pengurangan plastik, seminar lingkungan, serta diskusi interaktif bersama Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) sebagai narasumber.

Bupati mengatakan, Menteri LHK di peringatan hari lingkungan hidup mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”. Tema tersebut katanya, bukan sekadar slogan, melainkan seruan aksi kolektif untuk menghadapi ancaman global seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran plastik.

Menteri menyebut polusi plastik sebagai “bom waktu ekologis” yang mengancam ekosistem laut, biota, serta kesehatan manusia. Disebutkan pula, Indonesia memproduksi 10,8 juta ton sampah plastik per tahun, namun hanya 39,01 persen yang terkelola dengan baik.

Baca Juga :   BALAI DALKARHUT Kalimantan Perkuat Pencegahan Karhutla di Perbatasan

“Oleh karena itu masyarakat diajak berperan aktif mengurangi plastik sekali pakai, mendukung daur ulang, serta menjadikan sekolah, pasar, dan tempat ibadah sebagai ruang edukasi hidup,” kata Darwis, dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Bupati juga mengatakan berkomitmen untuk mendukung program kampung iklim di kabupaten Bengkayang guna meningkatkan kualitas hidup dan target penurunan emisi nasional. Mengingat, perubahan iklim menimbulkan ancaman nyata terhadap kelangsungan hidup manusia dan lingkungan sehingga diperlukan tindakan adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat yang mengutamakan nilai-nilai keberlanjutan, keadilan ekologis, dan pelestarian kearifan lokal.

“Upaya penanganan perubahan iklim secara global seperti gerakan ketahanan pangan, ketahanan energi, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pencapaian target penurunan emisi nasional,” ujarnya menambahkan.

Lanjut dia, di kabupaten Bengkayang sudah tiga desa yang menjalankan program kampung iklim, yaitu desa Goa Boma, Desa Kamuh dan desa Samalantan.

“Desa Goa Boma, Kecamatan Monterado mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari Kementerian KLHK untuk kampung iklim,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
MEMPRIHATINKAN! 4 Orang Utan Terjebak Karhutla
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca