BKSDA Kalbar Prioritaskan Perlindungan Orang Utan saat Karhutla

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 20:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Individu orang utan yang dijumpai di Lanskap Koridor Labian-Leboyan. (Foto: HO-WWFIndonesia)

Individu orang utan yang dijumpai di Lanskap Koridor Labian-Leboyan. (Foto: HO-WWFIndonesia)

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat memprioritaskan perlindungan orang utan beserta habitatnya di tengah, meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

“Upaya perlindungan dan pelestarian orang utan beserta habitatnya menjadi salah satu prioritas BKSDA Kalimantan Barat. Untuk memastikan keselamatan satwa dilindungi dari dampak puncak musim kemarau dan potensi gangguan habitat, petugas di lapangan terus melakukan pemadaman di area kebakaran hutan dan lahan,” kata Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Kalimantan Barat, Imam Setyo Hartanto di Pontianak, Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan BKSDA Kalbar menyiapkan langkah penyelamatan dan translokasi terhadap orang utan yang terdampak maupun terancam akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan tutupan hutan, tetapi juga mengancam keselamatan satwa liar serta mempersempit ruang jelajah dan sumber pakan orang utan.

BKSDA Kalbar sebelumnya juga melakukan penyelamatan orang utan dari kawasan terdampak kebakaran di Kabupaten Ketapang sebagai bagian dari mitigasi ancaman karhutla terhadap satwa dilindungi. Kebakaran dan fragmentasi habitat dinilai dapat mendorong orang utan keluar dari kawasan hutan dan meningkatkan potensi konflik dengan manusia.

Imam mengatakan penanganan ancaman terhadap orang utan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat adat, komunitas lokal, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil.

“Konservasi orang utan di tengah ancaman degradasi habitat dan bencana kebakaran hutan dan lahan perlu melibatkan dukungan dari berbagai pihak. Peningkatan kapasitas masyarakat adat dan komunitas lokal juga menjadi fondasi bagi keberhasilan rencana konservasi dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan,” kata Imam, melansir dari Antara.

Menurutnya, Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah penting bagi konservasi orang utan karena menjadi habitat dua subspesies, yakni Pongo pygmaeus wurmbii dan Pongo pygmaeus pygmaeus.

Di Kabupaten Kapuas Hulu, populasi Pongo pygmaeus pygmaeus atau yang dikenal masyarakat Dayak setempat sebagai “Mayas” tersebar di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, Taman Nasional Betung Kerihun, Koridor Labian-Leboyan, hingga bentang alam yang terhubung dengan Batang Ai-Lanjak Entimau di Sarawak, Malaysia.

Baca Juga :   SAMPURNA, Orang Utan Jantan Ditemukan Lemas Akibat Asap karhutla

Berdasarkan dokumen Analisis Kelangsungan Hidup Habitat dan Populasi (Population and Habitat Viability Analysis/PHVA) Orangutan 2016, populasi Pongo pygmaeus pygmaeus, diperkirakan hanya tersisa sekitar 4.520 individu, dengan sekitar 2.470 individu dilaporkan berada di Kabupaten Kapuas Hulu.

Akademisi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Untan Riyandi mengatakan orang utan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, karena merupakan salah satu spesies payung (umbrella species) yang membutuhkan wilayah jelajah dan habitat luas.

Sementara itu, BKSDA Kalbar bersama pemerintah daerah, akademisi dan sejumlah lembaga konservasi terus mendorong penguatan perlindungan kawasan penting, termasuk Koridor Labian-Leboyan yang menjadi jalur penghubung habitat orang utan di antara Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum.

Upaya perlindungan habitat dan pengendalian karhutla dinilai harus berjalan bersamaan, karena kebakaran hutan dapat mengancam keberadaan satwa liar, merusak sumber pakan, serta meningkatkan tekanan terhadap populasi orang utan yang telah mengalami penurunan akibat degradasi dan fragmentasi habitat. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAMPURNA, Orang Utan Jantan Ditemukan Lemas Akibat Asap karhutla
KEJAGUNG Sita Aset Bos Tambang Aseng, Nilainya Tembus 338 Miliar
GUBERNUR Kalbar Didemo Para Peladang, Batal Cabut Perda Nomor 1/2022
3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan
UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar
PERKUAT KELEMBANGAAN, Gabungan AKD DPRD Kalsel Sambangi Kalbar
PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
EMPAT PERUSAHAAN Diselidiki Terkait Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:59

KALTENG Status Tanggap Darurat Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 19:48

DAMPAK Karhutla tak Hanya Hutan, Juga Kesehatan dan Ekonomi

Selasa, 1 September 2026 - 16:58

KETUA – PENGURUS PMI Banjarmasin Dilantik di Tengah Polemik dan Proses Hukum Gugatan

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:10

AKSI Ratusan Karyawan PT BBP Tabalong Tuntut Uang Senilai 47 Miliar Lebih

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:36

DUA RAPERDA Strategis Sepakati DPRD Kalsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:10

KASUS KPP Banjarmasin, KPK: Geledah 8 Lokasi Selama 3 Hari

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:43

GUS KIKIN Ketua Umum PBNU 2026-2031

Berita Terbaru

Pos Komando Penanganan Tanggap Darurat Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur, Palangka Raya, (31/8/2026). (Foto: Antara/M Arif Hidayat)

Headline

KALTENG Status Tanggap Darurat Karhutla

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:59

Dinkes Kalsel catat kasus ISPA 3.990 kasus. (Foto: HO-Diskominfokalsel)

Kalsel

PENDERITA ISPA Kalsel Capai 3.990 Orang

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:54

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Hukum

19 KASUS Karhutla Sudah Ditangani Polda Kalteng

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca