BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan sejauh 2 kilometer dari Pelabuhan Gyirong, beberapa hari setelah peristiwa tanah longsor pada 26 Agustus yang menghancurkan pelabuhan tersebut, di Kabupaten Gyirong, wilayah Tibet di Tiongkok bagian barat, Sabtu (29/8/2026). (Foto: AFP)

Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan sejauh 2 kilometer dari Pelabuhan Gyirong, beberapa hari setelah peristiwa tanah longsor pada 26 Agustus yang menghancurkan pelabuhan tersebut, di Kabupaten Gyirong, wilayah Tibet di Tiongkok bagian barat, Sabtu (29/8/2026). (Foto: AFP)

SuarIndonesia — Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsoran lumpur yang melanda perbatasan Nepal-China telah meningkat menjadi setidaknya 919 jiwa, sementara hampir 4.800 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 853 warga asing, menurut pihak berwenang, Senin, enam hari setelah bencana terjadi.

Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanganan Bencana Nepal menyampaikan bahwa 903 kematian telah dikonfirmasi di Nepal, dengan 4.247 orang, termasuk 592 warga asing, masih hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di seluruh wilayah terdampak, dengan pihak berwenang juga berupaya menjangkau pekerja yang terjebak di beberapa proyek pembangkit listrik tenaga air.

Di antara yang hilang di sisi Nepal terdapat 25 personel polisi Nepal, 45 dari tentara Nepal, 13 dari Pasukan Polisi Bersenjata Nepal, 14 dari Kantor Bea Cukai Nepal, tiga dari Kantor Imigrasi Nepal, serta 933 personel yang bertugas di berbagai stasiun pembangkit listrik tenaga air di Nepal, selain lainnya.

Ditambahkan pula bahwa 127 wisatawan Nepal termasuk dalam daftar orang hilang.

Di sisi China, sebanyak 16 orang telah dikonfirmasi tewas dan 546 lainnya masih hilang di Kabupaten Gyirong di Provinsi Otonomi Xizang (Tibet) di barat daya China, menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua.

Baca Juga :   KEJAGUNG Sita Aset Bos Tambang Aseng, Nilainya Tembus 338 Miliar

Dari mereka yang hilang, 261 merupakan warga negara asing.

Jika digabungkan, jumlah korban tewas menjadi 919 jiwa dan jumlah orang hilang mencapai 4.793, termasuk 853 warga asing.

China telah mengerahkan lebih dari 2.100 personel untuk operasi pencarian dan penyelamatan, bersama ratusan kendaraan dan ribuan peralatan penyelamatan.

Bencana banjir bandang melanda pada Rabu (26/8) ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter, memicu longsoran es dan batu yang berkembang menjadi aliran puing besar dan menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan.

Gelombang besar air, bersama dengan longsoran lumpur, menghancurkan wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu di Nepal, serta menimbun wilayah perbatasan Gyirong di sisi China. (*/ut)

*) sumber: antara/anadolu

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81
BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara
PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades
KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim
LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga
SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:19

EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:19

PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:37

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:33

KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27

PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

TIM gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melakukan pendinginan di lahan bekas terbakar yang berada di dekat permukiman warga di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. (Foto: Antara/M Hafif Nikolas)

Nasional

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Jumat, 16 Okt 2026 - 00:56

Ira, orang utan yang diselamatkan dari area area karhutla di Kotim, Rabu malam (14/10/2026). (Foto: Istimewa)

Kalteng

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:10


Hujan mengguyur Kumai, Kotawawingin Barat. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KUMAI Diguyur Hujan

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:53

Karhutla di Sampit. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:48

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca