UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak pada Kamis (27/8/2026). (Foto: Antara/Dedi)

Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak pada Kamis (27/8/2026). (Foto: Antara/Dedi)

SuarIndonesia — Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono mengatakan kualitas udara di kota itu saat ini dalam kategori berbahaya bagi kesehatan, sehingga seluruh warga, perguruan tinggi, perkantoran, dan berbagai pihak diminta mengurangi kegiatan luar ruangan.

“Saya sudah buat edaran darurat asap, sudah buat imbauan kepada seluruh stakeholders, perguruan tinggi, kantor-kantor, untuk sekarang ini menunda kegiatan di luar,” kata Edi Kamtono di Pontianak, Kamis (27/8/2026).

Ia menjelaskan kualitas udara Pontianak saat ini masuk kategori berbahaya, indeks kualitas udara (AQI) dan populasi udara mencapai PM2.5.

Selain meniadakan Car Free Day (CFD), kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah juga diarahkan untuk dilakukan secara daring sebagai langkah mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik.

Penggunaan masker juga perlu, terutama bagi masyarakat yang mengalami alergi maupun memiliki keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Terutama yang alergi atau ISPA, kalau terjadi ketidaknyamanan, kita menggunakan masker,” ujar Edi Kamtono, dilansir dari Antara.

Pemerintah Kota Pontianak telah meminta layanan kesehatan, terutama puskesmas, rumah sakit, termasuk Posko Karang Taruna bersama Palang Merah Indonesia (PMI), untuk bersiaga selama 24 jam.

Posko tersebut menyediakan oksigen gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan kebutuhan bagi petugas yang melakukan penanganan kebakaran di tengah kondisi kabut asap.

Baca Juga :   MANGGALA AGNI: Satwa Semakin Terancam Akibat Karhutla Kalbar

Edi menambahkan Pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar melalui doa agar hujan segera turun dan membantu mengatasi kebakaran serta memperbaiki kualitas udara di Kalbar.

Ikhtiar doa itu dijadwalkan pada Sabtu pukul 07.00 WIB di halaman Masjid Mujahidin Pontianak melalui pelaksanaan Shalat Istisqa.

Dari pantauan pada Rabu (26/8) sebagian wilayah Pontianak dan sekitarnya sempat terjadi hujan. Namun dari sisi intensitas curah hujan masih rendah dan durasi sebentar saja. Hujan tersebut masih belum mampu menghilangkan kabut asap atau mematikan api yang membakar lahan. Sehingga sampai saat ini kondisi kabut asap masih pekat dan cenderung semakin tebal. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GUBERNUR Kalbar Didemo Para Peladang, Batal Cabut Perda Nomor 1/2022
3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan
PERKUAT KELEMBANGAAN, Gabungan AKD DPRD Kalsel Sambangi Kalbar
PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
EMPAT PERUSAHAAN Diselidiki Terkait Karhutla di Kalimantan
ASAP Karhutla Kalbar Berpotensi Menyebar ke Negara Tetangga
MANGGALA AGNI: Satwa Semakin Terancam Akibat Karhutla Kalbar
PELAKU Diduga Bakar Lahan di HSS Diamankan Polisi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca