SAMPURNA, Orang Utan Jantan Ditemukan Lemas Akibat Asap karhutla

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi menemukan seekor Orang Utan jantan dewasa dalam kondisi lemas di perkebunan warga Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu (30/8/2026) pagi. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi menemukan seekor Orang Utan jantan dewasa dalam kondisi lemas di perkebunan warga Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu (30/8/2026) pagi. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

SuarIndonesia — Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) kembali menemukan seekor Orang Utan jantan dewasa di perkebunan warga, dalam kondisi lemas akibat asap.

“Orang Utan tersebut ditemukan di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu (30/8/2026) kemarin. Setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan Orang Utan di sekitar perkebunan, kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan Orang Utan tersebut dalam kondisi lemas,” kata Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat Sarbandi, di Ketapang, Senin (31/8/2026).

Orang Utan yang diberi nama Sampurna itu diduga mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap pekat karhutla yang menyelimuti habitatnya selama beberapa hari.

“Sampurna pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di sekitar perkebunan sawit milik masyarakat,” katanya.

Sarbandi mengatakan kebakaran cukup parah terjadi di sekitar lokasi sehari sebelum proses penyelamatan. Saat tim tiba pada Minggu (30/8/2026) pagi, asap masih terlihat cukup tebal sehingga diduga turut memengaruhi kondisi kesehatan Sampurna.

“Diduga akibat kebakaran hutan dan lahan, orang utan bergeser dari habitatnya dan kemudian berada di area perkebunan,” katanya.

Sementara itu, Dokter hewan YIARI Komara menjelaskan paparan asap karhutla dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan satwa liar, terutama pada sistem pernapasan.

Baca Juga :   696 HOTSPOT Karhutla Kalsel Muncul pada Minggu

“Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru,” ujar Komara.

Menurut dia, paparan asap dalam kondisi pekat dan berlangsung selama beberapa hari dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kekurangan oksigen atau hipoksia.

“Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Sampurna, termasuk kemungkinan kerusakan atau gangguan pada paru-paru dan organ dalam lainnya,” katanya.

Direktur Operasional YIARI Argitoe Ranting mengatakan kondisi karhutla yang masih terjadi membuat tim meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam merespons laporan masyarakat terkait satwa liar yang terdampak.

“Tim medis dan tim penyelamatan YIARI kami siagakan selama 24 jam untuk merespons laporan dan melakukan tindakan penyelamatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Argitoe.

Penyelamatan Sampurna menambah daftar orang utan yang dievakuasi BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI akibat ancaman karhutla sepanjang Agustus 2026. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
JEPANG Perkuat Pemadaman Karhutla di Ketapang
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:19

EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:19

PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:37

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:33

KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27

PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

TIM gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melakukan pendinginan di lahan bekas terbakar yang berada di dekat permukiman warga di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. (Foto: Antara/M Hafif Nikolas)

Nasional

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Jumat, 16 Okt 2026 - 00:56

Ira, orang utan yang diselamatkan dari area area karhutla di Kotim, Rabu malam (14/10/2026). (Foto: Istimewa)

Kalteng

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:10


Hujan mengguyur Kumai, Kotawawingin Barat. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KUMAI Diguyur Hujan

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:53

Karhutla di Sampit. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:48

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca