AKSI Ratusan Karyawan PT BBP Tabalong Tuntut Uang Senilai 47 Miliar Lebih

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia  – Lagi-lagi, aksi unjuk rasa ratusan karyawan PT Bagas Bumi Persada (BBP) site PT MCM di Tabalong, Kalsel, Senin (31/8/2026).

Aksi ini merupakan yang ketiga menuntut kepastian pembayaran hak-hak karyawan yang hingga kini belum diterima.

Salah satu tuntutan utama massa adalah pembayaran gaji dan tunjangan yang tertunggak selama periode Maret hingga Juli 2026.

Ada sekitar 150 karyawan mengikuti aksi tersebut. Pengamanan personel gabungan Polres Tabalong, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalsel, Kodim 1008 Tabalong serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong.

Para pengunjuk rasa diterima langsung jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tabalong.

Hadir di antaranya Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani, Kapolres AKBP Wahyu Ismoyo J, Dandim 1008 Tabalong Letkol Inf. Alexander Allan Primadi, Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalsel, Kompol I Wayan Eka Wijaya.

Ketua DPRD Tabalong H. Riza Fahlipi, Kajari Tabalong Dr. Deni Wicaksono, SH, MH, Ketua Komisi I DPRD Tabalong H. Akhmad Helmi, SH serta Kepala Disnaker Tabalong Hady Ismanto.

Para karyawan menyampaikan sejumlah tuntutan. Selain meminta pembayaran gaji dan tunjangan secepatnya, mereka juga menuntut pembayaran pesangon, sisa kontrak kerja serta denda akibat keterlambatan pembayaran gaji.

Persoalan pembayaran hak karyawan tersebut berkaitan dengan kondisi perusahaan yang tersangkut perkara pertambangan yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Agung RI.

Berdasarkan hasil audiensi, total gaji karyawan PT BBP yang belum dibayarkan untuk periode Maret hingga Juli 2026 mencapai Rp 47.758.572.650.

Angka tersebut menjadi perhatian serius para pekerja karena menyangkut hak dan kebutuhan hidup mereka beserta keluarga.

Audiensi kemudian dilanjutkan di aula Kantor Kejari Tabalong dengan menghadirkan perwakilan karyawan dan pihak terkait.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Kejari Tabalong akan menjadi penghubung antara para karyawan dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Kejaksaan Agung RI.

Baca Juga :   BPBD Kalsel: Lahan Terdampak Karhutla Seluas 9.088,75 Hektare

Pihak Kejari Tabalong juga menyampaikan bahwa proses pelelangan batu bara direncanakan dilaksanakan pada September 2026.

Pembayaran gaji karyawan akan dilakukan setelah proses pelelangan tersebut selesai.

Namun, apabila setelah aksi ketiga ini belum ada kepastian yang dianggap memadai oleh para pekerja, mereka menyatakan akan melanjutkan perjuangan melalui audiensi maupun aksi ke DPR RI, khususnya Komisi IX.

Di tengah persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabalong turut memberikan perhatian terhadap kondisi para pekerja.

Bupati Tabalong menyampaikan rencana pemberian bantuan sosial berupa sembako bagi karyawan PT BBP yang berdomisili di Kabupaten Tabalong.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi para pekerja sembari menunggu penyelesaian pembayaran hak-hak mereka.

Kajari Tabalong, Denny Wicaksono menyampaikan kedatangan para karyawan BBP itu tindak lanjut dari audiensi beberapa waktu lalu, menuntut gaji mereka yang belum dibayarkan perusahaan.

“Dari pertemuan tadi ada kesepakatan bahwa pelelangan batu bara akan dilakukan bulan September 2026 sesuai informasi yang disampaikan pimpinan pusat” ucapnya.

Denny pun menyatakan bahwa Kejari Tabalong akan berupaya membantu menjembatani persoalan tersebut.

“Intinya kami hanyalah sebagai jembatan penghubung komunikasi dengan pusat dan bukanlah yang mengambil keputusan” ujarnya.

Setelah audiensi dan penyampaian aspirasi selesai, massa membubarkan diri.  (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAFARI “JUMAT KELILING” Serentak di Banjarbaru dan Banjar
PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!
WUJUDKAN Polisi Bersama Masyarakat di Pasar Galuh Cempaka Banjarbaru
MENCEKAM Ketika Warga Mendengar Teriakan Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah
“GREEN POLICING” di Masjid At Taqwa Banjarmasin Timur
GANDENG WARGA Sasar Jalan Meratus Banjarmasin Tengah
IMPLEMENTASI Program “Green Policing”, Personel KPL Banjarmasin Giat di Area Parkir PT MTI
EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:51

KORUPSI DANA BNPB: KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp5,47 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43

KASUS DANA BNPB: KPK Ungkap Identitas dan Peran Lima Tersangka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:17

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:56

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:10

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Kemenhut RI)

Kalteng

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:56

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Kalteng

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca