BGN Terapkan Skema Penyajian Menu Program MBG

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta didik di salah satu sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menyantap menu program MBG. (SI/ANTARA/Dokumen Pribadi)

Peserta didik di salah satu sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menyantap menu program MBG. (SI/ANTARA/Dokumen Pribadi)

SuarIndonesia — Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema penyajian menu program Makan Gizi Gratis (MBG) bagi peserta didik di 27 sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai penerima manfaat program Nasional itu.

“Penerapan gizi tidak sekadar dibagi rata, ada beberapa skema yang harus dilalui, seperti batasan umur peserta didik,” ujar Ahli Gizi BGN, Aknes Asteria Pioh ketika ditanya mengenai porsi menu MBG bagi penerima manfaat di Penajam, Rabu.

Pendidikan anak usia dini (PAUD)/taman kanak-kanak (TK), serta sekolah dasar (SD) kelas satu sampai kelas tiga diberikan porsi kecil, kemudian, dari kelas empat hingga sekolah menengah pertama (SMP) diberikan porsi sedang.

“Sekolah menengah atas (SMA), ibu hamil, dan ibu menyusui diberikan porsi besar,” jelas Aknes melansir dari AntaraNews.

Segi gizi sudah terpenuhi, sehingga penerima manfaat selain merasa kenyang saat mengonsumsi juga mendapatkan gizi yang seimbang.

BGN sudah memperhitungkan dari segi energi, protein, lemak, dan karbohidrat, menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik penerima manfaat.

Baca Juga :   VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Tetapi pada tahap pertama ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan pos pelayanan terpadu (posyandu) belum masuk menjadi penerima manfaat program MBG,

Pada tahap dua pertama ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan posyandu menjadi penerima manfaat di tahap kedua, kata dia, tahap satu masih penyesuaian.

Pada tahap dua peserta didik atau guru juga bakal mendapatkan penerimaan manfaat, demikian Aknes Asteria Pioh. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA Kubar Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
BATALION Armed 22/Kesumawira Dikukuhkan
OPTIMALKAN Posko Siaga untuk Antisipasi Karhutla
OKNUM Kasat Polresta Samarinda Diduga ‘Hamili’ Warga, Ditangani Propam Polda Kaltim
WASPADA! BMKG Balikpapan: Ada 4.318 Hotspot
OIKN: 67 Investor Swasta Sudah Berinvestasi Rp74,54 Triliun
MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca