SuarIndonesia — BMKG Stasiun Balikpapan mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tergolong tinggi yang mencapai 4.318 titik pada 1-11 Agustus 2026, sehingga mengimbau warga waspada dan tidak melakukan kegiatan yang bisa memicu kebakaran.
“Saat ini Provinsi Kaltim menuju El Nino fase kuat dengan tingkat kekeringan meningkat, makanya titik panas juga tinggi,” ujar Ketua Tim Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika( BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin di Balikpapan, Rabu (12/8/2026).
Untuk itu, ia meminta masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang bisa memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran saat membuka ladang, namun lebih baik daun tersebut ditimbun agar bisa menyuburkan tanah.
Kemudian para perokok juga diingatkan tidak membuang sembarang puntung rokok yang masih menyala, karena dikhawatirkan terkena daun kering yang bisa memicu terjadinya kebakaran, seiring kondisi lahan yang panas dan rawan terbakar.
Saat ini, katanya, faktor panas yang terjadi di Kaltim akibat dominasi musim timur atau Monsun Australia yang membawa sifat udara lebih kering. Namun fase ini belum berada pada fase puncak.
“Puncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober tahun ini, sehingga kemungkinan hot spot (titik panas) di bulan tersebut bisa lebih tinggi, sehingga kewaspadaan semua pihak pun harus diperkuat,” kata Huda, melansir dari Antara.
Tingginya titik panas dalam sebelas hari terakhir yang mencapai 4.318 titik tersebut, ini berarti setiap hari ada ratusan titik. Khusus pada Selasa, 11 Agustus kemarin, terdapat 590 titik yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Rinciannya, Kota Samarinda terdeteksi 5 titik, Balikpapan (7), Bontang (3), Kabupaten Paser (54), Penajam Paser Utara (1), Kutai Barat (37), Kutai Timur (115), Kutai Kartanegara (124), Berau (233), dan Kabupaten Mahakam Ulu terdeteksi 11 titik panas. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















