AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia Aksi Ratusan massa tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) di depan Gedung DPRD, Jumat (28/8/2026).

Dimana massa sampaikan delapan tuntutan, salah satunya terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi hingga menyebabkan kabut asap sangat membahayakan masyarakat

Lainnya menuntut PLN untuk memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Massa disambut dan dihadapi anggota dewan, termausk Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo dan mengajak untuk bersama-sama turun ke lapangan menangani karhutla).

Iamengatakan DPRD Kalsel menghargai aksi penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi pendapat-pendapat mereka yang menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Kartoyo.

Menurutnya, penyampaian aspirasi di muka umum memiliki regulasi dan DPRD Kalsel siap mengakomodasi aspirasi yang disampaikan.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut adalah karhutla. Kartoyo mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi juga bekerja bersama dalam penanganan di lapangan.

“Salah satunya itu adalah karhutla yang ditekankan. Untuk itu tadi, ayo kita kerja sama, kita kerja nyata, turun ke lapangan,” serunya.

Baca Juga :   HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Ia mengatakan DPRD Kalsel terbuka untuk bekerja bersama selama tujuan yang dibawa adalah membangun dan menyelesaikan persoalan di daerah.“Selagi niatnya untuk membangun Kalsel, kita siap bersama-sama,” ucapnya.

Namun, Kartoyo mengatakan keinginan mahasiswa untuk masuk ke dalam gedung DPRD bukan lagi menjadi kewenangan pihaknya untuk menentukan.

Ia juga membuka ruang bagi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi melalui audiensi dengan membawa kajian.
“Kalau mereka ada yang mau audiensi, betul-betul dengan kajian, kita akan terima,” katanya.

Kartoyo menegaskan penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab DPRD maupun pemerintah daerah secara terpisah. Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. (SU/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan
INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok
GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan
DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi
KARHUTLA Kapuas Hanguskan Rumah Warga
JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya
LIMA Tersangka Terlibat Karhutla Kalsel
HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca