MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Adat Suku Balik bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) berfoto bersama usai mendaftarkan permohonan uji materiil Pasal 21 Undang-Undang IKN ke Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto: Antara/Laily Rahmawaty)

Masyarakat Adat Suku Balik bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) berfoto bersama usai mendaftarkan permohonan uji materiil Pasal 21 Undang-Undang IKN ke Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto: Antara/Laily Rahmawaty)

SuarIndonesia — Masyarakat Adat Suku Balik bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) melayangkan pengujian materiil Pasal 21 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) ke Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (4/8/2026).

Permohonan tersebut terdaftar dengan nomor 299/PUU-XXIV/2026, yang menyoalkan Pasal 21 UU IKN yang pada intinya menyebutkan dalam pembangunan IKN itu pemerintah harus memperhatikan hak masyarakat adat dalam konteks tata ruang, tanah, kebencanaan, keamanan.

“Kami menilai kata “memperhatikan” di dalam Pasal 21 UU IKN itu belum cukup. Karena itu hanya sifatnya pasif bagi masyarakat, jadi sangat bergantung dari pemerintah mau memperhatikan atau tidak. Jadi bukan hubungan timbal balik,” ujar Yance Arizona, kuasa hukum pemohon Masyarakat Adat Suku Balik dan AMAN ditemui di Gedung MK.

Menurut dia, uji materiil diajukan untuk mendorong supaya pemerintah tidak cukup hanya memperhatikan, tetapi harus mendengar pendapat dan juga meminta persetujuan masyarakat atas apa yang akan dilakukan terhadap masyarakat yang ada di IKN, atas tanahnya, wilayahnya.

“Karena tanpa itu, sama saja sebenarnya dengan pemerintah sedang membuat kolonisasi baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Adat Suku Bali, Sibukdin menjelaskan Masyarakat Adat Suku Balik adalah masyarakat adat yang berada di Kecamatan Sepaku.

Permohonan ini dilayangkan berangkat dari kekhawatiran masyarakat akan adanya gangguan terhadap kampung halaman, hutan, tanah dan air wilayah adatnya.

Baca Juga :   KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

“Begitu datang IKN kami merasa risih, tentunya juga kami merasa ketar-ketir karena kami belum tahu apakah kami ini dianggap ada atau tidak, padahal kami ada di sana,” kata Sibukdin, melansir dari Antara.

Sibukdin juga mengatakan permohonan uji materiil ini sekaligus untuk menyuarakan bahwa masyarakat adat Suku Balik itu benar-benar ada.

Sekretaris AMAN Rukka Sombolinggi menegaskan bahwa IKN bukanlah tanah kosong, tetapi ada masyarakat adat Suku Balik yang menempatinya.

Melalui uji materiil UU IKN ini, AMAN dan Masyarakat Adat Suku Balik berharap adanya kepastian hukum dan pengakuan atas keberadaan masyarakat adat Suku Balik yang menempati wilayah yang kini menjadi IKN.

“Kami berharap MK supaya bisa memastikan Pasal 21 UU IKN tidak berlaku. Karena ditempat itu orang Balik, seperti masyarakat adat di negeri ini belum ada UU Masyarakat Adat, sehingga Pasal 21 tidak bisa berlaku, karena mereka menduduki kawasan hutan,” kata Rukka. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan
RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:09

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:14

UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca