SuarIndonesia – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapatkan bantuan dari sektor swasta. Secara khusus pengusaha asal Batulicin, Tanah Bumbu, Andi Syamsudin Arsyad.
Pria yang akrab disapa H. Isam, memberikan bantuan berupa 100 unit pompa air dan dana operasional sebesar Rp 7,6 miliar.
Bantuan itu diarahkan untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya pemadaman bara api di dalam tanah gambut yang masih berpotensi menimbulkan asap tebal.
“Bantuan sebesar Rp 7,6 miliar dari Haji Isam akan digunakan untuk mendukung operasi selama dua minggu,” kata Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Pemerintah menyiapkan langkah pembasahan kawasan dengan mengalirkan air dari bendungan menuju kanal-kanal yang berada di sekitar lokasi Karhutla.
Sebanyak 300 pompa air disiapkan untuk mendukung penanganan. Rinciannya, 100 pompa merupakan bantuan Haji Isam, 30 pompa dari Kementerian Pertanian, 50 pompa dari Kementerian Pertahanan, dan 120 pompa dari Pemerintah Provinsi Kalsel.
Pompa tersebut nantinya dibagi ke tiga kawasan prioritas, masing-masing sebanyak 100 pompa, yakni Guntung Damar, Pengayuan, dan kawasan Hutan Lindung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus mencegah bara di bawah lahan gambut kembali memunculkan api dan asap.
“Semoga penanganan ekstra ketat ini mampu memadamkan sisa bara yang ada dalam tanah gambut secara total dalam kurun waktu dua pekan,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















