KARHUTLA Kubar Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla Kutai Barat. (Foto: Istimewa)

Karhutla Kutai Barat. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, mulai meluas. Hingga Rabu (19/8) 2026, tercatat 72 lokasi karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 415,51 hektare.

Dilansir detikKalimantan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar, Suwalas Daya Guna mengatakan kondisi karhutla saat ini belum sampai pada tahap mengkhawatirkan. Namun, jumlah titik api dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan.

“Kalau mengkhawatirkan memang belum. Cuma sekarang yang biasanya paling 2-3 titik lokasi, sekarang sudah mencapai 9 sampai 10 titik dalam satu hari,” kata Suwalas, Kamis (20/8/2026).

Suwalas menyebut hampir seluruh Kecamatan yang ada di Kubar terdampak karhutla, namun dari sebagian wilayah terdapat dua kecamatan yang menghawatirkan di antaranya Kecamatan Barong Tongkok dan Kecamatan Damai. Penanganan di Kecamatan Damai menjadi salah satu yang cukup sulit karena lokasi titik api berada jauh dan sulit dijangkau.

“Di Kecamatan Damai masih ada yang belum bisa dipadamkan karena jarak tempuh dan medan di sana susah untuk akses menuju titik api. Apinya sudah mulai menjalar ke dalam, jadi akses menuju ke dalam ini yang kita masih kesulitan,” jelas Suwalas.

Selain medan, petugas juga menghadapi kendala pasokan air untuk proses pemadaman. Di Kecamatan Damai, sumber air yang digunakan bukan berasal dari Sungai Mahakam, melainkan kawasan Sungai Kedang Pahu.

Suwalas mengatakan wilayah Jempang dan Damai menjadi daerah dengan kebakaran yang cukup luas. Berdasarkan laporan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), kebakaran di Kecamatan Jempang mencapai sekitar 10-15 hektare per hari.

“Kalau terakhir yang kita terima laporan dari teman-teman KPH, per harinya sekitar 10 sampai 15 hektare untuk Kecamatan Jempang. Kalau Kecamatan Damai sekitar 4 sampai 7 hektare yang terbakar. Terakhir tanggal 19 sekitar 7 hektare,” ujarnya.

Sementara itu, kebakaran cukup parah juga terjadi di kawasan Tanjung Isuy. Di lokasi tersebut, area danau ikut terdampak kebakaran.

“Yang paling parah kemarin di daerah Tanjung Isuy karena itu areal danau yang terbakar. Yang kedua daerah Damai. Kemudian daerah Jempang juga masih terbakar,” kata Suwalas.

Baca Juga :   DIGELAR Sederhana Puncak Peringatan Hari Jadi ke 76 Kalsel

Suwalas mengatakan kondisi asap akibat karhutla saat ini masih belum terlalu mengganggu jarak pandang. Namun, kondisi tersebut berpotensi memburuk apabila kebakaran tidak segera ditangani.

Dia menyebut kebakaran juga mulai terjadi di sejumlah kecamatan lainnya, salah satunya Long Iram.

“Pada saat ini masih dapat kita tangani. Tapi kalau kebakaran masih berlanjut ke depan, mungkin bisa agak lebih parah. Ini bukan hanya di sekitar kabupaten, sampai ke daerah kecamatan seperti Long Iram. Tadi teman-teman dari Long Iram juga melaporkan ada kebakaran,” katanya.

Menurutnya, jika karhutla terus meluas, asap yang ditimbulkan dapat mengganggu jarak pandang masyarakat, khususnya pengguna jalan. Karena itu, BPBD Kubar bersama TNI dan Polri terus melakukan penanganan dan pemadaman di sejumlah lokasi yang terbakar.

Dalam proses penanganan karhutla, BPBD Kubar juga menghadapi kendala peralatan. Suwalas menyebut sejumlah kendaraan pemadam mengalami kerusakan sehingga menyulitkan petugas menjangkau lokasi kebakaran yang jauh.

“Untuk saat ini memang ada beberapa yang rusak. Kemarin dua slip on kita juga rusak. Jadi itu sangat memperparah kita, tidak bisa menangani yang dekat-dekat atau ke daerah-daerah yang jauh,” tuturnya.

Dia menilai kendaraan taktis dibutuhkan untuk membantu petugas menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses.

“Untuk kendaraan taktis kita perlukan sebenarnya untuk saat ini,” ucap Suwalas.

BPBD Kubar pun masih melakukan pendataan terhadap perkembangan karhutla. Suwalas mengatakan data titik kebakaran dapat berubah setiap hari karena jumlah lokasi kebakaran masih berpotensi bertambah.

“Kalau hari ini kita belum hitung. Nanti sore kita rilis, karena kalau kita rilis yang hari ini, bisa bertambah lagi. Kayak kemarin, kita sudah rilis, siang atau malam jumlahnya bertambah,” imbuhnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi
BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga
KEBAKARAN LAGI di Kompleks DPR Banjarmasin Barat, Terekam CCTV Sebelum Berkobar Ada Sosok Pria di Lokasi
ANAK BEKANTAN Terpisah dari Induk
HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI
PANGERAN Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Ditangguhkan, Soroti Kasus Lapas Cibinong
DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand
TIGA TERSANGKA LAGI Selain Nakhoda KM Virgo, Begini Penyidikan Tim Gabungan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:19

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:04

POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:58

BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:51

HARI KE-20: 55 Korban KM Virgo Transport Masih Dicari, Korban Meninggal 80 Orang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:37

ANAK BEKANTAN Terpisah dari Induk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:28

HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:32

PANGERAN Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Ditangguhkan, Soroti Kasus Lapas Cibinong

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:11

DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand

Berita Terbaru

Petugas memasang garis polisi di lokasi penangkapan dia terduga teroris di Desa Tomoli Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (2/10/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Hukum

TIGA Terduga Teroris Ditangkap di Sulteng

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:25

Dr Iwan Aflanie terpilih sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 memberikan keterangan ke media, Jumat (2/10/2026). (Foto: Antara)

Kalsel

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:19

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca