BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel BPBD Provinsi Kalimantan Barat berjalan di lokasi lahan gambut yang terbakar di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (2/8/2026). (Foto: Antara/Jessica Wuysang)

Personel BPBD Provinsi Kalimantan Barat berjalan di lokasi lahan gambut yang terbakar di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (2/8/2026). (Foto: Antara/Jessica Wuysang)

SuarIndonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi ribuan titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan. Dari ribuan hotspot yang terdeteksi itu, paling banyak berada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Dikutip detikKalimantan dari detikNews, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menjelaskan bahwa hotspot tersebut terdeteksi melalui Satelit NOAA-20. Hingga Kamis (20/8), tercatat ada 1.487 hotspot di seantero Kalimantan.

“Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik,” papar Berton.

Sementara itu, menurut catatan detikKalimantan, jumlah hotspot di tiap daerah bervariasi dan lebih tinggi daripada hotspot yang dilaporkan BNPB. Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, BPBD mencatat ada 2.207 hotspot terdeteksi. Namun, temuan hotspot itu masih memerlukan verifikasi lapangan.

“Kota Besi menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, mencapai 512 titik. Disusul Teluk Sampit sebanyak 451 titik, Seranau 296 titik, Mentaya Hilir Utara 289 titik, Mentawa Baru Ketapang 262 titik, dan Baamang 230 titik,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Senin (17/8/2026) lalu.

Lahan terbakar di Kotawaringin Barat. (Foto: Istimewa)

Sementara itu di Kotawaringin Barat, data titik panas dari SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 527 hotspot. Jika dilihat dari perkembangan bulanan, peningkatan kasus paling terasa memasuki Juli dan Agustus. Sepanjang Juli tercatat 62 kejadian karhutla. Sementara hingga 20 Agustus, jumlah kejadian yang tercatat sudah mencapai 94 kasus.

Baca Juga :   DUKUNGAN Udara dalam Penanganan Karhutla

“Lonjakan juga terlihat pada jumlah hotspot. Dari total 527 titik panas sepanjang periode pemantauan, sebanyak 400 hotspot terdeteksi hanya pada Agustus hingga 20 Agustus,” kata Kepala BPBD Kotawaringin Barat Samuel.

BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat bersinergi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau. Pemda diminta memperkuat pemantauan dan deteksi dini potensi karhutla serta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana untuk upaya pemadaman.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi meluasnya karhutla. Berton menyampaikan, BNPB terus memperbarui informasi titik panas dan memetakan wilayah rawan. Informasi ini akan menjadi rujukan untuk menentukan langkah penanganan dan koordinasi antarlembaga.

Masyarakat diminta secara proaktif melaporkan munculnya titik kebakaran kepada otoritas setempat sehingga dapat mencegah api membesar. BNPB mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran khususnya di wilayah yang rawan terbakar seperti lahan gambut. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KALTARA Terus Suarakan Pemekaran Lima Daerah Otonomi Baru
IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030
POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi
BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga
KEBAKARAN LAGI di Kompleks DPR Banjarmasin Barat, Terekam CCTV Sebelum Berkobar Ada Sosok Pria di Lokasi
HARI KE-20: 55 Korban KM Virgo Transport Masih Dicari, Korban Meninggal 80 Orang
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
PRODUKSI 1.607 Jeriken Cairan X-Fire untuk Percepat Pemadaman Karhutla

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:19

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:04

POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:58

BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:51

HARI KE-20: 55 Korban KM Virgo Transport Masih Dicari, Korban Meninggal 80 Orang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:37

ANAK BEKANTAN Terpisah dari Induk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:28

HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:32

PANGERAN Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Ditangguhkan, Soroti Kasus Lapas Cibinong

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:11

DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand

Berita Terbaru

Petugas memasang garis polisi di lokasi penangkapan dia terduga teroris di Desa Tomoli Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (2/10/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Hukum

TIGA Terduga Teroris Ditangkap di Sulteng

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:25

Dr Iwan Aflanie terpilih sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 memberikan keterangan ke media, Jumat (2/10/2026). (Foto: Antara)

Kalsel

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:19

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca