BARA API di Lahan Gambut Dicari Pakai Drone Thermal

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 21:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas suntikan cairan tepung di lahan gambut yang terbakar. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Petugas suntikan cairan tepung di lahan gambut yang terbakar. (Foto: HO-Polda Kalteng)

SuarIndonesia — Polda Kalimantan Tengah menggunakan serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong yang dikombinasikan dengan teknologi drone thermal untuk mendeteksi bara api yang tersisa di bawah lahan gambut. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan dukungan dari Korbrimob Polri untuk membantu mempercepat penanganan karhutla, terutama pada kawasan gambut.

“Inovasi tersebut berupa serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong yang dinilai efektif memadamkan bara api yang berada di bawah permukaan lahan gambut,” kata Iwan saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Dulin Kandang, Palangka Raya, Jumat (4/9/2026).

Menurut Iwan, persoalan utama pada kebakaran gambut adalah api yang tidak selalu terlihat dari permukaan. Bara dapat bertahan di dalam tanah meski permukaan terlihat telah padam.

“Bara yang masih tersimpan tersebut dapat kembali membesar ketika terkena hembusan angin. Kondisi itu pula yang kerap menjadi sumber munculnya asap tebal setelah proses pemadaman,” kata Iwan, melansir dari detikKalimantan.

Polda Kalteng menggunakan bahan pemadam bernama Hertindo AF31. Serbuk tersebut dicampurkan dengan air sebelum kemudian diinjeksikan langsung menuju titik bara.

Pencarian titik panas dilakukan dengan bantuan drone thermal. Teknologi ini memungkinkan petugas mendeteksi lokasi bara secara lebih akurat sehingga penyemprotan dapat diarahkan langsung ke titik yang membutuhkan penanganan.

“Pemadamannya dibantu dengan drone thermal untuk mendeteksi titik bara secara akurat agar penggunaan air lebih efisien di tengah keterbatasan sumber air saat musim kemarau,” jelasnya.

Dalam penggunaannya, satu kantong serbuk memiliki berat 25 kilogram dan dicampurkan dengan sekitar 100 liter air. Untuk satu tampungan berkapasitas 1.200 liter, diperlukan sekitar 12 kantong serbuk. Campuran tersebut kemudian digunakan untuk membasahi sekaligus membantu mematikan bara yang berada di bawah permukaan gambut.

Baca Juga :   DALANG Karhutla Kotim Dikejar, 69 Saksi Diperiksa

“Fungsinya adalah nanti untuk penyekat bara-bara api yang ada di bawah gambut,” ujarnya.

Iwan mengatakan bantuan serbuk pemadam dari Mabes Polri melalui Korbrimob tersebut telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kalteng. Penggunaannya diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman, terutama ketika petugas menghadapi keterbatasan sumber air akibat kondisi kemarau.

“Ini akan lebih efektif, lebih cepat padam dan juga baranya mati sehingga tidak menimbulkan asap,” tegasnya.

Dengan kombinasi serbuk pemadam dan deteksi drone thermal, Polda Kalteng berharap penanganan karhutla di kawasan gambut tidak lagi hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memburu bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Inovasi tersebut sekaligus menjadi salah satu strategi untuk menekan penggunaan air, mempercepat proses pemadaman, serta mengurangi potensi asap yang dapat mengganggu masyarakat di tengah musim kemarau,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BUSA SABUN Jadi Senjata Lawan Karhutla
SATGAS ‘Pemburu Api’ Dikerahkan, Cegah Api Karhutla Meluas
233.000 Liter Air Disalurkan untuk Bantu Warga Hadapi Kemarau
DALANG Karhutla Kotim Dikejar, 69 Saksi Diperiksa
SHERINA ke Kalteng saat Karhutla
OMC Kalteng Belum Hasilkan Hujan
HOTSPOT NAIK, Kalteng dan Kalbar Prioritas Penanganan Karhutla
2 PEJABAT KPU Jadi Tersangka Kasus Dana Hibah Pilkada Kotim

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:01

KEMENHAM Dorong Penanganan Karhutla Berkeadilan bagi Warga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:55

KARHUTLA Kubar Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:46

BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:16

BATALION Armed 22/Kesumawira Dikukuhkan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:48

OPTIMALKAN Posko Siaga untuk Antisipasi Karhutla

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:09

OKNUM Kasat Polresta Samarinda Diduga ‘Hamili’ Warga, Ditangani Propam Polda Kaltim

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:04

WASPADA! BMKG Balikpapan: Ada 4.318 Hotspot

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:33

OIKN: 67 Investor Swasta Sudah Berinvestasi Rp74,54 Triliun

Berita Terbaru

Uji coba cairan Shabodama inovasi UPR untuk tangani karhutla Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

BUSA SABUN Jadi Senjata Lawan Karhutla

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:08

Petugas suntikan cairan tepung di lahan gambut yang terbakar. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

BARA API di Lahan Gambut Dicari Pakai Drone Thermal

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:44

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca