11 ORANG UTAN Dipantau Pasca-Evakuasi Akibat Karhutla

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 20:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas penyelamat saat melakukan evakuasi bertahap terhadap 11 orangutan dari KHDTK menuju Kandang Evakuasi di Kilometer 38 Samboja. (Foto: HO-BKSDA Kaltim)

Petugas penyelamat saat melakukan evakuasi bertahap terhadap 11 orangutan dari KHDTK menuju Kandang Evakuasi di Kilometer 38 Samboja. (Foto: HO-BKSDA Kaltim)

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama para mitra terus memantau kesehatan 11 individu orang utan pasca-evakuasi dari Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus ke Kilometer 38 Samboja akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pemantauan tetap dilakukan secara ketat oleh tim medis, animal keeper, dan BKSDA Kaltim. Sebanyak 11 individu orang utan tersebut sekarang dalam kondisi sehat dan aman walau ada keterbatasan sarana,” kata Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto di Samarinda, Jumat (4/9/2026).

Mereka dievakuasi karena Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Selasa (1/9/2026) terjadi karhutla hingga menembus batas ekosistem tempat tumbuh dan berkembangnya belasan individu orang utan yatim piatu yang sedang menjalani proses rehabilitasi tersebut.

Saat itu tim gabungan terdiri atas Yayasan Jejak Pulang, BKSDA Kaltim, Manggala Agni, serta Wildlife Rescue Unit (WRU), berhasil mengevakuasi 11 individu orang utan menuju fasilitas penyelamatan yang lebih aman.

Ancaman karhutla bukan bencana baru di Kaltim, terutama ketika siklus El Nino meluas, sehingga mitigasi yang dijalankan di KHDTK Samboja menjadi contoh bagaimana skenario darurat dirancang bukan saat api sudah berkobar, melainkan melalui koordinasi berlapis berminggu-minggu sebelumnya.

“Respons evakuasi yang tuntas dalam kurun waktu kurang dari dua jam mencerminkan tingginya kesiapsiagaan operasional di tingkat tapak,” ujar Ari, dilansir dari Antara.

Meski demikian pemindahan mendadak dari ruang bebas di Sekolah Hutan seluas 130 hektare ke dalam struktur ruang kandang evakuasi di Kilometer (KM) 38 Samboja ini memicu perubahan perilaku mendasar, seperti munculnya kebosanan akibat terbatasnya stimulasi alami kanopi hutan.

“Untuk meminimalkan dampak stres dan menjaga kesinambungan kognitif satwa, maka tim medis gabungan saat ini masih fokus mendampingi mereka selama masa observasi pascabencana,” katanya.

Baca Juga :   233.000 Liter Air Disalurkan untuk Bantu Warga Hadapi Kemarau

Ia bercerita kronologis evakuasi yakni pada Selasa 1 September pukul 08.00–12.30 WITA tim pengawas Jejak Pulang melakukan patroli rutin tiga kali sehari. Kondisi kawasan relatif terkendali, tanpa ada tanda ancaman langsung, meski sisa bara api kecil terdeteksi di luar kawasan.

Pukul 12.30 WITA kebakaran terdeteksi mulai membesar di titik Area Penggunaan Lain (APL) yang berbatasan langsung dengan KHDTK Samboja.

Pukul 14.00 WITA kobaran api bertambah masif. Langkah mitigasi awal tim internal terhambat oleh tiupan angin kencang yang mengarahkan lidah api ke kawasan rehabilitasi.

Pukul 16.00 WITA api melompati batas APL dan menginvasi kawasan KHDTK. Status darurat diaktifkan secara menyeluruh. Tim animal keeper mulai mengarahkan 11 orang utan keluar dari titik Sekolah Hutan menuju jalur evakuasi tepi sungai.

Pukul 16.00–18.00 WITA proses evakuasi terpadu berlangsung menggunakan armada pendukung Jejak Pulang dan BKSDA Kaltim. Seluruh orang utan tersebut dipindahkan secara bertahap menuju Kandang Evakuasi di KM 38 Samboja.

“Pukul 18.30 WITA Manggala Agni bersama tim pemadam gabungan berhasil memadamkan karhutla secara total di area KHDTK,” kata Ari. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat
KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik
PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri
KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih
WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS
ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya
DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:19

PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:37

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:33

KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:40

27 RIBU Hektare Lahan di Kalsel Terbakar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:01

MULAI 15 Oktober 8.000 KDKMP Dipantau

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca