HOTSPOT NAIK, Kalteng dan Kalbar Prioritas Penanganan Karhutla

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

SuarIndonesia — Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mengatakan tren titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali meningkat setelah sebelumnya menurun, membuat kedua provinsi itu menjadi prioritas utama penanganan.

“Setelah kemarin semua 6 provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Setelah meninjau karhutla di Jambi pada hari ini, Menhut Raja Antoni mengatakan dirinya dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto akan turun ke Pontianak untuk kembali memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat yang melibatkan Gubernur, Kapolda, dan Pangdam.

“Oleh karena itu, besok kami ke Pontianak untuk bertemu kembali dengan seluruh pemangku kepentingan, dengan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam, merapatkan barisan kembali, melakukan evaluasi sekaligus membuat rencana apa yang bisa kita lakukan untuk mitigasi,” ujar Menhut.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendorong penurunan kembali angka hotspot maupun titik api (fire spot) yang telah diverifikasi.

Menhut Raja Antoni mengingatkan bahwa penanganan karhutla masih membutuhkan kewaspadaan bersama. Ia menyebut bahwa puncak El Nino pada September ini, sehingga perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Berdasarkan data Sipongi milik Kementerian Kehutanan per 1 September 2026, hotspot di Kalimantan Barat dari sebelumnya 273 titik menjadi 859, Kalimantan Tengah dari 253 menjadi 623, Sumatera Selatan dari 20 menjadi 89, Kalimantan Selatan dari 22 menjadi 73, Riau tetap pada posisi 0, sementara Jambi dari 0 menjadi 4 titik hotspot.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kiri) dan Menhut Raja Juli Antoni (kanan) memasuki ruangan untuk memimpin Rapat Teknis Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Rabu (2/9/2026). (Foto: Antara/Wahdi Septiawan)

Pemanfaatan potensi awan hujan untuk cegah karhutla

Baca Juga :   KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Sementara itu, dilansir dari Antara, Menhut mengatakan pemerintah bersama para pemangku kepentingan terkait memaksimalkan potensi awan hujan sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Menhut dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (2/9/2026), mengatakan salah satu peluang awan hujan yang diprediksi bisa dimanfaatkan untuk OMC adalah di Jambi.

“Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peluang awan hujan di Jambi diperkirakan meluas pada 10-15 September,” ujar Raja Antoni.

Lebih lanjut, ia mengatakan potensi awan hujan saat ini masih terbatas di sejumlah wilayah Jambi. Namun, pada periode 10-15 September, peluang munculnya awan hujan diperkirakan mencakup wilayah Jambi secara lebih luas.

Adapun Menhut Raja Antoni sebelumnya menegaskan bahwa setiap potensi awan hujan yang tersedia akan dimaksimalkan untuk mendukung penanganan karhutla.

“Yang paling efektif itu OMC. Baik itu hujan alami maupun itu OMC, (bisa menghasilkan) hujan. Karena hanya dengan OMC itu persoalan karhutla dapat diselesaikan,” ujar Menhut Raja Antoni.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi September yang disebut sebagai periode penting dalam penanganan karhutla.

“Namun, sekali lagi, harus dijaga secara baik. Karena sekali lagi, puncak karhutla ini adalah bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini,” kata dia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng
10 PROVINSI Diujicobakan MBG Prasmanan
51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
98 KASUS KARHUTLA Korporasi Naik ke Penyidikan
INOVASI Teknologi “Iceberg” Disiapkan Tangani Karhutla di Kalimantan
PRESIDEN Prabowo Minta Penanganan Karhutla tak Tunggu Hujan
CEGAH DAMPAK ASAP, Menkes: Kelompok Rentan Perlu Batasi Kegiatan di Luar
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera Bungkam De Red FC 2-0

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:16

INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Senin, 28 September 2026 - 20:31

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Berita Terbaru

Budaya

BERTRANSFORMASI Pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026

Senin, 19 Okt 2026 - 21:55

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan seusai rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10/2026). (Foto: Antara/Shofi Ayudiana)

Nasional

10 PROVINSI Diujicobakan MBG Prasmanan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca