AZIM, Beruang Madu Dilepasliarkan di Gunung Tarak

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah Ketapang Selatan, serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melepaskan kembali seekor beruang madu jantan bernama Azim ke habitat alaminya di Hutan Lindung (HL) Gunung Tarak, Kalimantan Barat. (Dok YIARI Kalbar)

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah Ketapang Selatan, serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melepaskan kembali seekor beruang madu jantan bernama Azim ke habitat alaminya di Hutan Lindung (HL) Gunung Tarak, Kalimantan Barat. (Dok YIARI Kalbar)

SuarIndonesia — Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah Ketapang Selatan, serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melepaskan kembali seekor Beruang Madu (Helarctos malayanus) jantan bernama Azim ke habitat alaminya di Hutan Lindung Gunung Tarak.

“Azim dilepaskan setelah Selasa (10/3/2026) setelah melalui proses penyelamatan, perawatan, dan rehabilitasi intensif akibat terjerat oleh pemburu. Azim pertama kali terdeteksi melalui kamera jebak yang dipasang tim YIARI pada November 2024 untuk memantau keanekaragaman hayati di Hutan Lindung Gunung Tarak dan rekaman tersebut menunjukkan beruang tersebut mengalami jeratan pada kaki depan kanannya sehingga tampak pincang saat berjalan,” kata Direktur Operasional dan Program YIARI Argitoe Ranting di Pontianak, Kamis (12/3/2026).

Upaya pencarian beruang berlangsung selama lebih dari tujuh bulan. Pada 27 Juni 2025 Azim berhasil ditangkap menggunakan kandang jebak. Tim medis YIARI bersama petugas BKSDA Kalbar segera mengevakuasi dan memeriksa kondisi Azim.

Dokter hewan YIARI Ishma Maula menyebutkan saat diselamatkan, Azim sangat kurus dan mengalami infeksi parah. Tanpa intervensi, kemungkinan besar ia tidak akan bertahan hidup.

Di klinik rehabilitasi YIARI, Azim menjalani perawatan intensif. Pemeriksaan rontgen menunjukkan tulang kaki yang terkena jerat mengalami deformasi dan beberapa jari terpaksa diamputasi.

Setelah perawatan berbulan-bulan, kondisi fisik Azim membaik, meski kakinya tidak sepenuhnya normal, sehingga tim memutuskan untuk mengembalikannya ke hutan.

Baca Juga :   KORUPSI Dana Pilkada Rp 1,1 M: Dua Pejabat Bawaslu Pontianak jadi Tersangka

Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul menekankan kasus ini menjadi peringatan tentang ancaman nyata bagi satwa liar di Indonesia akibat perburuan dan penggunaan jerat.

“Pelepasliaran Azim bukan hanya penyelamatan individu satwa, tetapi juga pengingat pentingnya perlindungan habitat dan pencegahan ancaman bagi satwa liar,” tutur Oscar dilansir dari Antaranews.com.

Plt Kepala KPH Ketapang Selatan Nursiah menambahkan kasus Azim menunjukkan bahwa jerat masih menjadi ancaman serius bagi satwa, termasuk spesies dilindungi. Keberhasilan penyelamatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam konservasi, serta menyoroti nilai ekologis tinggi Hutan Gunung Tarak yang harus terus dijaga.

Nursiah juga menekankan peran strategis KPH dalam menjaga kelestarian hutan melalui penguatan patroli, monitoring keanekaragaman hayati, pengawasan aktivitas ilegal, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Pelepasliaran Azim adalah simbol keberhasilan konservasi yang menegaskan bahwa upaya melindungi satwa liar dan habitatnya harus berkelanjutan,” katanya.

Kembalinya Azim ke hutan menandai momen penting dalam konservasi satwa liar Kalimantan Barat, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga integritas ekosistem demi kelangsungan hidup satwa dan keseimbangan alam. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026
FESTIVAL BAKCANG 2026 Singkawang Hadirkan Beragam Tradisi dan Atraksi Budaya
DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
WALHI KALIMANTAN: Ancaman Karhutla di Indonesia Masih Tinggi
KELANGKAAN Solar Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar
SATGAS Perbatasan Gagalkan Penyelundupan 2.253 Butir Telur Penyu

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:21

PERAMPOK EMAS Diringkus saat Sembunyi di Penginapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:13

MN TEWAS DITUSUK 4 Kali Usai Pesta Miras, Pelaku AD Sempat Kabur

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:41

YUSRIL: Pemecatan Anggota TNI Pesan Tegas tak Ada Toleransi Kekerasan

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:23

KASUS ANDRIE YUNUS: Empat Anggota TNI Divonis 1,5–3 Tahun Penjara

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:05

HARGA Pertamax dan Pertamax Green Naik

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:30

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Berita Terbaru

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq di Palangka Raya belum lama ini. (Foto: Disdik Kalteng)

Kalteng

KALTENG Jalankan Program Multibahasa

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:04

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca