AS AKAN Pasok Kyiv dengan Bom Cluster

- Penulis

Jumat, 7 Juli 2023 - 23:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bom Cluster. (istimewa)

Bom Cluster. (istimewa)

SuarIndonesia — Amerika Serikat (AS) berencana mengirimkan pasokan bom cluster ke Ukraina untuk membantu pertempuran melawan pasukan Rusia. Langkah itu ditentang oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM), mengingat penggunaan bom cluster dilarang di sebanyak 120 negara.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (7/7/2023), tiga sumber dari kalangan pejabat AS mengungkapkan bahwa paket bantuan senjata terbaru, yang mencakup bom cluster yang ditembakkan oleh meriam Howitzer 155 milimeter, diharapkan akan diumumkan Washington paling cepat pada Jumat (7/7/2023) waktu setempat.

Dituturkan salah satu sumber bahwa langkah itu telah dipertimbangkan secara serius setidaknya selama seminggu terakhir oleh jajaran pejabat AS.

Gedung Putih mengatakan bahwa pengiriman bom cluster ke Ukraina ‘sedang dipertimbangkan secara aktif’, namun belum ada pengumuman resmi yang disampaikan. Presiden Joe Biden dijadwalkan menghadiri KTT NATO pekan depan di Lithuania, yang diperkirakan akan akan didominasi membahas perang Ukraina.

Human Rights Watch (HRW) menyerukan kepada Rusia dan Ukraina untuk berhenti menggunakan bom cluster dan mendorong AS untuk tidak memasoknya. HRW menyebut pasukan Moskow dan Kyiv telah menggunakan senjata terlarang itu, yang telah merenggut nyawa warga sipil Ukraina.

Bom cluster yang dilarang oleh lebih dari 120 negara, merupakan senjata yang melepaskan sejumlah besar bom-bom berukuran lebih kecil yang bisa membunuh secara membabi-buta di wilayah yang luas dan mengancam warga sipil. Bom yang gagal meledak bisa memicu bahaya selama bertahun-tahun usai konflik berakhir.

Undang-undang (UU) tahun 2009 melarang ekspor bom cluster AS dengan tingkat kegagalan lebih tinggi dari 1 persen, yang mencakup hampir semua persediaan militer Washington. Biden bisa mengabaikan larangan itu, seperti yang dilakukan Donald Trump pada Januari 2021 dengan mengizinkan ekspor teknologi bom cluster ke Korea Selatan (Korsel), sekutu AS.

Ukraina sebelumnya mendesak anggota Kongres AS untuk menekan pemerintahan Biden agar menyetujui pengiriman bom cluster, yang dikenal sebagai Dual-Purpose Conventional Improved Munitions (DPICM).

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Juru bicara Pentagon, secara terpisah, mengatakan bahwa pemerintah Biden sedang mempertimbangkan untuk memasok DPICM ke Ukraina, namun hanya yang memiliki tingkat kegagalan lebih rendah dari 2,35 persen saja.

Pada Juni lalu, seorang pejabat senior Pentagon yang enggan disebut namanya menyebut bahwa militer AS meyakini bom cluster akan berguna bagi pasukan Ukraina, namun pengirimannya belum disetujui karena pembatasan Kongres dan kekhawatiran di antara sekutu-sekutu AS.

Paket Bantuan AS untuk Ukraina Capai Rp 12 Triliun

Sementara itu, kutip detikNews, Jumat (7/7/2023, Disebutkan oleh sejumlah pejabat AS, bahwa paket bantuan senjata terbaru untuk Ukraina yang akan diumumkan ini juga mencakup amunisi untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dan kendaraan darat seperti kendaraan tempur Bradley dan kendaraan pengangkut lapis baja Stryker.

Disebutkan bahwa total paket bantuan terbaru AS itu mencapai senilai US$ 800 juta (Rp 12,1 triliun). Ditambahkan oleh para pejabat AS bahwa paket bantuan itu masih dalam tahap finalisasi dan masih bisa berubah.

Paket bantuan itu akan didanai menggunakan Presidential Drawdown Authority, yang memberikan wewenang kepada Biden untuk mentransfer peralatan dan layanan dari pasokan AS tanpa memerlukan persetujuan Kongres AS dalam situasi darurat. Materialnya akan diambil dari persediaan berlebih militer AS.

Bantuan terbaru ini akan menjadi yang ke-42 yang disetujui AS untuk Ukraina sejak Rusia menginvasi pada Februari 2022. Total bantuan keamanan AS untuk Ukraina sejauh ini mencapai lebih dari US$ 40 miliar atau setara Rp 605,4 triliun. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca