SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 22:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Serangan Israel ke Lebanon berdampak pada aktivitas di Selat Hormuz. Jalur laut penghubung Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab itu kembali ditutup Iran.

Militer Israel melancarkan serangan ke wilayah Lebanon hingga menewaskan 112 orang. Serangan itu juga melukai ratusan orang lainnya di Lebanon.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz pasukannya melakukan serangan yang menargetkan ratusan anggota Hizbullah di seluruh Lebanon.

“IDF melakukan serangan mendadak terhadap ratusan anggota Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Lebanon. Ini adalah pukulan terkonsentrasi terbesar yang diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers,” kata Katz dalam pernyataan video, merujuk pada operasi besar tahun 2024 terhadap Hizbullah yang melibatkan bom pager dikutip detikNews dari AFP, Rabu (8/4/2026).

Israel melancarkan serangkaian serangan di Beirut pada Rabu (8/4/2026), menyebabkan kepanikan di antara penduduk dalam serangan paling keras di ibu kota sejak awal perang dengan Hizbullah.

Militer Israel mengatakan telah melakukan “serangan terkoordinasi terbesar di seluruh Lebanon”. Israel bersikeras bahwa gencatan senjata dua minggu dalam perangnya dengan Iran tidak berlaku untuk Lebanon.

Dilansir CNN, Kamis (9/4/2026), Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel di berbagai wilayah negara, termasuk ibu kota Beirut, telah menewaskan sedikitnya 112 orang, menurut data sementara terbaru. Sebanyak 837 orang lainnya terluka dalam serangan hari ini, menurut kementerian tersebut.

Selat Hormuz Ditutup Iran Lagi

Otoritas Iran dilaporkan menutup kembali Selat Hormuz menyusul serangan militer Israel di Lebanon terhadap kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Penutupan itu dilaporkan media pemerintah Iran, Fars.

Dua kapal tanker berhasil melewati selat tersebut, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, menurut Marine Traffic, sebuah layanan pelacakan kapal.

Kapal milik Yunani, NJ Earth, dan kapal berbendera Liberia, Daytona Beach, berhasil melewati selat tersebut, kapal pertama yang melintasi jalur air strategis tersebut sejak gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan.

Penutupan selat tersebut terjadi bersamaan dengan serangan militer Israel di Lebanon pada hari Rabu, yang menewaskan ratusan orang.

Baca Juga :   RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Dilansir The Hill, Kamis (9/4/2026), ketika ditanya tentang laporan penutupan Selat Hormuz dari kantor berita Fars, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan laporan tersebut “palsu.”

“Presiden telah mengetahui laporan tersebut sebelum saya naik ke podium, itu sama sekali tidak dapat diterima dan sekali lagi, ini adalah kasus di mana apa yang mereka katakan secara publik berbeda dengan apa yang mereka katakan secara pribadi,” kata Leavitt kepada wartawan. “Kita telah melihat peningkatan lalu lintas di selat hari ini,” imbuhnya.

Israel Akan Terus Serang Hizbullah

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan terus menyerang kelompok Hizbullah yang didukung Iran “di mana pun diperlukan”. Hal ini disampaikannya pada hari Kamis (9/4), sehari setelah serangan besar-besaran Israel menghantam Lebanon.

“Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan, ketepatan, dan kegigihan,” tulis Netanyahu di akun X pribadinya, dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4/2026).

“Pesan kami jelas: siapa pun yang bertindak melawan warga sipil Israel — kami akan menyerang mereka. Kami akan terus menyerang Hizbullah di mana pun diperlukan, sampai kami sepenuhnya memulihkan keamanan bagi penduduk di utara Israel,” imbuhnya.

Militer Israel (IDF) menyebut gempuran ke Lebanon itu sebagai gelombang serangan udara terbesar ke negara itu. IDF mengklaim telah menyerang lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hizbullah dalam waktu 10 menit. Pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di bagian timur menjadi sasaran. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEMIFINAL Piala Dunia 2026: Spanyol Melaju ke Final, Kalahkan Prancis
SEMIFINAL Piala Dunia 2026: Tiket Gagal Sold Out!
PIALA DUNIA 2026: Inggris dan Argentina Melaju ke Semifinal
8 BESAR Piala Dunia 2026: Perancis Lolos ke Semifinal Singkirkan Maroko 2-0
SINGA ATLAS Wajib Tumpas Prancis demi Sejarah Besar Afrika di Piala Dunia 2026
16 BESAR Piala Dunia 2026: Kejutan! Argentina Nyaris Tumbang, Swiss Menang Adu Penalti
PIALA DUNIA 2026: Tuan Rumah AS, Kanada, dan Meksiko Tersingkir di 16 Besar
16 BESAR Piala Dunia 2026: Kejutan! Brasil Tumbang, Inggris Menang Dramatis

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:40

SEORANG PRIA BERDARAH, Gegara Rekannya yang Mabuk Ingin Mengamuk

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:57

CERITA FOTO IKONIK Lionel Messi Memandikan Lamine Yamal saat Bayi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:15

TINDAK 35 PELANGGAR saat Patroli Dini Hari Satlantas Polresta Banjarmasin

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:02

FORKOT APRESIASI Pulih Sistem Kelistrikan, Tapi tidak Menghapus Tanggung Jawab Hukum PLN

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:29

PT PLN Belum Menjawab Substansi Keberatan Administratif, LBH Borneo Nusantara Ajukan Banding

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:40

KOMISI III DPRD Kalsel – PUPR Memastikan Kesiapan Infrastruktur Penyediaan Air Bersih

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:15

RAKER Penanggulangan Bencana PMI Kalsel 2026, Begini Harapan Ketua DPRD

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:39

TEMPAT PERISTIRAHATAN Para Sopir Truk Tronton Ludes Terbakar, Merambah ke Bengkel Sekaligus Ekspedisi

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca