KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 19:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Keributan sekelompok remaja membawa senjata tajam dan balok kayu di kawasan Keramat Banjarmasin Timur,  Polisi bertindakan.

Ini terekam video berdurasi sekitar 6 menit dan viral di media sosial serta memicu kekhawatiran masyarakat. Dalam video tersebut terlihat sekelompok remaja membawa senjata tajam dan balok kayu.

Terdengar pula suara seorang perempuan yang diduga merekam kejadian, mengikuti seorang pria berjaket pink yang terlihat menyembunyikan senjata tajam jenis samurai di bagian belakang tubuhnya.

Menindaklanjuti viralnya video itu, Polsek Banjarmasin Timur langsung mengambil langkah cepat dengan memanggil 6 orang yang diduga terlibat untuk diperiksa. Orang tua mereka juga turut dipanggil guna dilakukan pembinaan.Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim Ipda Sukma Yudhistira Nugraha  menjelaskan bahwa tidak ada senjata tajam yang diamankan.

“Untuk sajam tidak ada yang diamankan karena sudah dibuang oleh keluarganya supaya tidak terjadi lagi,” jelasnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan tawuran antar kelompok besar, melainkan konflik antar individu yang masih berasal dari lingkungan yang sama.

“Kejadian ini satu minggu yang lalu dan bukan antar kelompok. Yang bermasalah masih sekampung, hanya saja ada teman dari kampung lain yang kebetulan sedang bermain di tempat itu sehingga sempat terjadi ajakan tawuran,” sambung Kanit.

Baca Juga :   SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyebut bahwa persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan di lingkungan mereka.

“Yang bermasalah ternyata masih berkeluarga, jadi setelah kejadian itu sebenarnya sudah bisa diselesaikan di lingkungan mereka,” tambahnya.

Salah satu remaja yang diamankan diketahui merupakan pihak yang membawa senjata tajam dalam video tersebut. Meski demikian, Kepolisian menekankan pendekatan pembinaan mengingat para pelaku masih berusia muda.

Polisi mengimbau kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan yang berpotensi melanggar hukum.(YI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih
FEBRIE ADRIANSYAH Didakwa Peras Saksi Jiwasraya Rp55 Miliar
BPBD KALSEL Terus Upayakan Penanganan Karhutla di Tengah Kendala Anggaran
TARGET EKONOMI Tinggi Tapi Anggaran Minim, DPRD Kalsel Ingatkan Bappeda dan BPKAD
KASUS BERDARAH di Kawasan Gubernur Soebarjo Direkaulang dengan 20 Adegan
DPRD KALSEL Ubah Jadwal Kegiatan Oktober 2026
DIPANGKAS Anggaran Pariwisata Kalsel 2027, Komisi II Minta Efisiensi dan Inovasi
CARI SISA KORBAN, Basarnas Tunggu Bangkai Kapal Virgo Transport 8 Diangkat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:36

FEBRIE ADRIANSYAH Didakwa Peras Saksi Jiwasraya Rp55 Miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:54

MK: Gugatan Ijazah Gibran tidak dapat Diterima

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43

KPK: Pejabat Baru Dilantik Presiden Diimbau Laporkan Kekayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:35

KALAPAS Cibinong Diberhentikan dari ASN dan 16 Pegawai Disanksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:29

PRESIDEN Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dan Lantik Enam Pangdam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:56

POLRI Rotasi 88 Pati Termasuk Kapolda

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:38

11 TERSANGKA Terorisme di Enam Provinsi Ditangkap

Berita Terbaru

Gubernur Kalbar Ria Norsan memantau jumlah titik api di Kalbar. (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:42

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca