“GAWIA SOWA” Bengkayang Tarik Wisatawan Malaysia

- Penulis

Selasa, 3 Juni 2025 - 20:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Event budaya Gawia Sowa Jagoi Babang Bengkayang, Kalimantan Barat, di Kampung Budaya Bung Kupuak. Bupati (kiri) dan perwakilan negara Malaysia (kanan). (ANTARA/Narwati)

Event budaya Gawia Sowa Jagoi Babang Bengkayang, Kalimantan Barat, di Kampung Budaya Bung Kupuak. Bupati (kiri) dan perwakilan negara Malaysia (kanan). (ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat, Sebastianus Darwis menyatakan bahwa event budaya “Gawia Sowa” di Jagoi Babang menarik minat wisatawan Malaysia, dan menjadi salah satu upaya untuk melestarikan adat dan budaya masyarakat Dayak di daerah ini.

Menurut Bupati, acara itu merupakan wujud nyata dari cinta masyarakat terhadap adat dan budaya mereka, serta upaya untuk mempromosikan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Dayak di Jagoi Babang yang berada di perbatasan.

“Kita harus terus melestarikan adat dan budaya kita, jangan sampai masyarakat adat kurang peduli dengan adat istiadat dan bahkan melupakan adat karena beralih dengan budaya modern,” kata Bupati, pada puncak Gawia Sowa ke-185 tahun 2025, Selasa (3/6/2025).

Bupati berharap bahwa event ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap adat dan budaya mereka, serta mempromosikan potensi pariwisata di daerah tersebut.

“Kita patut bersyukur dan berbangga, kita memiliki kekayaan budaya yang diwariskan nenek moyang. Hanya bagaimana kita mengemas, melestarikan dan memperkenalkan keluar hingga mancanegara. Hari ini juga ada lebih dari seribu warga Malaysia yang hadir, ini kan menjadi kebanggaan untuk kita,” ujarnya.

Dia mengatakan melalui perhelatan budaya yang ada, salah satunya lewat acara ini, diharapkan kepada masyarakat khususnya generasi muda yang tergabung dalam komunitas Sanggar Bijagoi dan Tim Pemajuan Kebudayaan Desa Jagoi serta kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk terus bersatu, bangkit, dan tumbuh.

Bupati yakin bahwa masyarakat Jagoi Babang dapat terus melestarikan adat dan budaya mereka, serta meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui pengembangan desa wisata dan pariwisata, terlebih Jagoi Babang merupakan kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Baca Juga :   BPBD Hadapi Kendala Tangani Karhutla Dua Kabupaten

“Kita tunjukkan bahwa Dayak yang ada di daerah perbatasan ini harus mengembangkan desa wisata Jagoi Babang untuk menggerakkan pembangunan budaya dan pariwisata desa oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” kata Bupati, dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Dia juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkayang telah berkomitmen untuk terus mendukung dan mempromosikan potensi budaya dan pariwisata di daerah tersebut, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bengkayang.

Selain itu, Bupati juga mengapresiasi keberhasilan Jagoi Babang dalam melestarikan adat dan budaya, seperti penetapan alat musik tradisional “Silotuang” sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus memelihara dan menjaga adat dan budaya di Kecamatan Jagoi Babang, mengingat Dayak yang ada di kecamatan ini memiliki rumpun yang sama dengan Dayak di Serawak, Malaysia.

Bupati harap bahwa event ini dapat terus menjadi simbol kekuatan dan karakter bangsa dalam melestarikan adat dan budaya, sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
WALHI Kalbar Desak Penindakan Perusahaan Sebabkan Karhutla
WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak
HOTSPOT NAIK, Kalteng dan Kalbar Prioritas Penanganan Karhutla
DIDUGA 12 Perusahaan di Kalimantan Jadi Penyebab Karhutla
BKSDA Kalbar Prioritaskan Perlindungan Orang Utan saat Karhutla
SAMPURNA, Orang Utan Jantan Ditemukan Lemas Akibat Asap karhutla
KEJAGUNG Sita Aset Bos Tambang Aseng, Nilainya Tembus 338 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:37

TERUNGKAP Pengemudi Mobil SUV yang Tabrak Kabur Ternyata Pengedar Narkoba Lintas Kalselteng

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:47

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:24

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca